KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Partai Golkar sepertinya menjadi magnet politik penting dalam pemilihan wali kota (pilwakot) Madiun. Setelah sebelumnya bakal calon wakil wali kota (bacawawali) Andro Rohmana Putra yang sowan ke partai berlambang pohon beringin itu, Senin (10/6) giliran Inda Raya Ayu Miko Saputri berkunjung ke Golkar.
Inda Raya bersama dengan rombongannya tiba di kantor DPD Golkar Kota Madiun sekitar pukul 11.15. Mantan wawali periode 2019–2024 itu kemudian dijamu Ketua DPD Golkar Bagus Rizki Dinarwan di ruang rapat partai. Pertemuan tertutup kedua tokoh politik yang juga sama-sama alunmni SMAN 2 Kota Madiun tersebut berlangsung hampir dua jam.
Dihadapan awak media, Inda Raya mengaku pertemuannya dengan Bagus hanya sebatas silaturahmi, sharing sekaligus menyamakan pandangan politik. Selain itu, dirinya coba memahami dan mengetahui mekanisme pencalonan yang ada dalam internal Golkar. ‘’Karena di setiap partai memang pastinya mekanisme terhadap suatu kontestasi itu berbeda-beda,’’ katanya.
Diakuinya, Golkar merupakan partai lawas sama halnya dengan PDIP. Dirinya juga menyakini partai berkelir kuning itu mempunyai garis akar rumput yang kuat. ‘’Dan, menurut saya itu merupakan suatu bekal kalau seandainya kita mengikuti kontestasi menjadi pasukan yang kuat,’’ terang kader PDIP tersebut.
Meski begitu, Inda Raya tak menampik pertemuannya dengan Bagus Rizki tersebut juga berkaitan dengan upaya pembentukan poros koalisi baru. Termasuk ketika diungkit soal statusnya dengan Bagus yang saat ini sama-sama sebagai bacawawali, Inda menyatakan hal tersebut masih sementara.
Menurutnya, masih ada kemungkinan-kemungkinan lain ke depannya. Mengingat politik itu sangat dinamis. ‘’Kan sementara posisinya (status bacawawali) sama. Kami tidak tahu nanti posisi ke depannya bagaimana,’’ ungkap putri dari Djatmiko Royo Saputro alias Kokok Raya, mantan Wali Kota Madiun periode 2004–2009 tersebut.
Kendati belum menjelaskan secara rinci maksud dari status sementara yang diungkapannya itu, tapi dia mengaku sedang mengupayakan antara PDIP, Golkar dan partai lainnya bisa bersatu. ‘’Bisa dikatakan begitu (membentuk koalisi). Kan, berkoalisi itu bisa dengan siapa saja. Bisa dengan Golkar, bisa dengan partai A, B, C. Jadi, kami berusaha merangkul semuanya,’’ ujar Inda Raya.
Yang pasti, menurutnya, tidak ada agenda kepentingan apa pun dari upaya menjalin komunikasi antarpartai tersebut. Namun, Inda menggarisbawahi apabila memang mempunyai visi-misi yang sama lebih baik jalan bareng. ‘’Pembicaraan kami tadi memang tidak mengarah ke situ (bacawali atau bacawawali). Ya, kami tadi hanya silaturahmi saja,’’ katanya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto