Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

1.300 Personel Dikerahkan Amankan Suroan-Suran Agung di Kota Madiun, Wilayah Perbatasan Bakal Dijaga Ketat

Anggiyan Bayu • Sabtu, 15 Juni 2024 | 21:15 WIB

 

KAWAL: Suasana rakor pembahasan rencana pengamanan Suroan-Suran Agung di GCIO Kota Madiun kemarin (14/6). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KAWAL: Suasana rakor pembahasan rencana pengamanan Suroan-Suran Agung di GCIO Kota Madiun kemarin (14/6). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Skema pengamanan Suroan-Suran Agung kembali dibahas kemarin (14/6). Ini menyusul telah disodorkannya rencana jadwal pelaksanaan dan susunan agenda kegiatan Suroan-Suran Agung oleh organisasi perguruan pencak silat.

‘’Hari ini (kemarin, Red) pemerintah daerah (pemda), TNI-Polri dan pengurus perguruan saling menyamakan persepsi. Hal apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan kami bahas bersama. Baik kesiapan SDM (personel pengamanan) maupun sarana-prasarana dalam rangka mengamankan kegiatan,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto.

Pihaknya telah menyusun timeline Operasi Aman Suro 2024. Rencananya, tahap persiapan digelar pada 24 Juni–4 Juli. Kemudian, 5–6 Juli mulai apel gelar pasukan serta cipta kondisi pra-kegiatan Suroan. Sementara, pelaksanaan Suroan bakal digelar 7–9 Juli.

Pengamanan juga akan dilakukan terhadap kegiatan pengesahan warga OCC Pangastuti pada 13 Juli. Dan, Suran Agung pada 18–21 Juli. ‘’Kami siap mengamankan. Berdasarkan proposal kegiatan yang disampaikan ke kami. Kami juga sudah membuat rencana pengamanan,’’ ujar Agus.

Selama Suroan digelar, kata dia, personel akan disebar di 17 titik yang ada di wilayah kota dan kabupaten. Kegiatan itu bakal ditunjang dengan pendirian pos pengamanan (pospam) di 10 titik. Sedangkan untuk Suran Agung, personel akan dikerahkan menyebar di 15 titik pengamanan serta penyekatan di lima pintu masuk Kota Madiun.

‘’Nanti ada rekayasa lalin (lalu lintas) pada kegiatan Suran Agung. Total personel dari kepolisian sebanyak 1.300 orang. Itu belum termasuk personel on call Polres Madiun Kota, BKO Polda Jatim dan Korem 081/DSJ,’’ terang mantan Tutor Madya Lemdiklat Polri tersebut.

Di samping itu, Agus meminta sejumlah organisasi perguruan pencak silat untuk memaparkan kepastian rundown, lokasi, dan peserta kegiatan untuk kemudian disepakati bersama.

Dengan begitu, langkah pengamanan dapat berjalan terukur. Baik dari segi kuantitas maupun kualitas. ‘’Semua panitia dan warga perguruan harus taat. Karena aturan sesuai rencana kegiatan yang disampaikan. Dan, itu harus disepakati semua,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, kegiatan Suroan-Suran Agung tahun ini kembali dibuatkan maklumat. Isinya terkait perjanjian bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah dan menghindari segala kegiatan yang mengancam kamtibmas. ‘’Tahun ini ada maklumat sebagai pedoman mana yang boleh dikerjakan dan tidak. Bukan pembatasan, tapi memang sesuai aturan untuk harus ditaati,’’ jelas Agus.

Terpisah, Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, agenda Suroan-Suran Agung perlu mendapatkan pengamanan. Supaya pelaksanaannya dapat berjalan lancar dan tertib. ‘’Alhamdulillah persepsi sudah menyatu. Insya Allah ending-nya baik dalam rangka mewujudkan Kota Madiun aman, nyaman, damai dan berbudaya,’’ katanya.

Menurut Soeko, pemkot juga menyusun langkah antisipatif. Di antaranya, menginstruksikan camat dan lurah untuk turun mengawasi sekaligus mengamankan wilayah masing-masing. ‘’Sosialisasi terus kami lakukan dalam rangka deteksi dan cegah dini potensi gangguan kamtibmas. Kami imbau masyarakat ikut aktif menjaga Kota Madiun dari segala gangguan dan ancaman,’’ tutur mantan kadisperkim itu. (ggi/her)

Editor : Hengky Ristanto
#suran agung #kota madiun #Polres Madiun Kota #suroan