Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gerindra Kota Madiun Laporkan ke DPP Kadernya yang Kedapatan Ikut Deklarasi Dukungan untuk Bonie Laksmana

Anggiyan Bayu • Senin, 1 Juli 2024 | 16:30 WIB

 

 

KENA DEH: Slamet Hariyadi ikut nongol dalam gerakan warga desak Bonie Laksmana maju sebagai bacawali di Jalan Salak kemarin (30/6). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KENA DEH: Slamet Hariyadi ikut nongol dalam gerakan warga desak Bonie Laksmana maju sebagai bacawali di Jalan Salak kemarin (30/6). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Internal DPC Gerindra Kota Madiun menyala. Salah seorang kadernya yang saat ini masih aktif menjadi anggota DPRD setempat, Slamet Hariyadi nongol dalam aksi massa mendesak Bonie Laksmana sebagai bacawali di Jalan Salak kemarin (30/6).

Bulum dapat dipastikan apakah itu merupakan bagian dari langkah politik Slamet. Namun demikian, kedatangannya dalam acara tersebut menandakan ada perbedaan sikap politik di internal Gerindra.

Sekretaris DPC Gerindra Kota Madiun Eko Andy Siswantara mengungkapkan, apa yang dilakukan Slamet itu menjadi ironi. Mengingat partainya telah menyatakan dukungan terhadap Maidi sebagai bacawali.

‘’Gerindra jelas dukungan ke Pak Maidi. Tidak ada instruksi partai kepada anggota atau kader untuk datang ke acara itu (mendesak Bonie untuk macung sebagai bacawali),’’ terang Eko.

Tidak hanya itu, dia juga sempat menyayangkan soal pencatutan jumlah massa yang dikerahkan oleh partainya dalam selebaran susunan agenda kegiatan tersebut dari salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Eko menilai pencatutan itu berpotensi menimbulkan asumsi politik yang liar tentang sikap partainya di tengah masyarakat. ‘’Kami juga heran kok mencatut (Gerindra). Menjadi masalah besar kalau mencatut tanpa persetujuan,’’ ungkapnya.

Pihaknya memastikan bakal melaporkan kadernya yang ikut hadir dalam acara tersebut ke DPD dan DPP Gerindra. Pelaporan sengaja dilakukan karena dianggap menabrak kebijakan parpol. ‘’Gerindra itu kan satu komando. Tegak lurus dukung A ya dukung A, tidak boleh dukung yang lain. Sudah kami laporkan DPD dan DPP,’’ tegas Eko.

Dia memastikan kader yang tidak sejalan dengan partai bakal dikenai sanksi. Hanya saja, seperti apa bentuk sanksinya menunggu petunjuk DPD-DPP. ‘’Parpol tegas, kalau tidak tegak lurus terhadap kebijakan parpol otomatis kena sanksi,’’ jelasnya. (ggi/her)

Editor : Hengky Ristanto
#dprd #bonie #Maidi #kota madiun #Gerindra #bacawali