Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Posyandu ILP untuk Cegah dan Tangani Masalah Tumbuh Kembang Anak di Kota Madiun, Sasar Balita Stunting hingga Bumil dan Catin

Erlita H • Kamis, 4 Juli 2024 | 17:12 WIB
MENUJU ZERO STUNTING: Pj. Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto saat me-launching Posyandu ILP di kantor Kecamatan Manguharjo, kemarin (3/7). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
MENUJU ZERO STUNTING: Pj. Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto saat me-launching Posyandu ILP di kantor Kecamatan Manguharjo, kemarin (3/7). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Penanganan dan pencegahan stunting menjadi fokus pemkot. Berbagai upaya dilakukan. Salah satunya, posyandu integrasi layanan primer (ILP).

''Posyandu ILP program pemerintah pusat yang harus dilaksanakan. Kami dekatkan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan taraf kesehatan dasar atau primer bagi masyarakat,’’ kata Pj. Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto kemarin (3/7).

Posyandu ILP merupakan upaya intervensi penanganan dan pencegahan stunting. Sasarannya seluruh kelompok usia. Terutama balita stunting, ibu hamil (bumil) dan calon pengantin (catin). Pelayanannya lebih intensif ketimbang posyandu terdahulu.

''Sebelumnya selang beberapa bulan sekali, sekarang posyandu lebih pro-aktif memberikan pelayanan serta pengawasan kesehatan tiap bulan sekali,’’ ungkap Eddy.

Pencegahan serta penanganan stunting harus sampai ke akar.  Mulai kebutuhan gizi anak stunting, kesehatan bumil hingga persalinan, sampai edukasi untuk catin.

‘’Tidak hanya mencukupi kebutuhan gizi, kami terus edukasi orang tua, bumil, dan calon pengantin, untuk memahami bagaimana pola asuh yang benar. Dengan langkah ini, insya Allah target zero stunting bisa dicapai,’’ ujarnya.

Photo
Photo

Eddy menyebutkan, anak stunting di Kota Madiun sebanyak 300-an jiwa. Angka masalah tumbuh kembang anak itu masih cukup tinggi. Sehingga, sudah seharusnya langkah strategis pencegahan dan pengentasan stunting harus segera dilakukan.

‘’Sebanyak 300-an jiwa itu sudah tercatat by name, by address. Ketika sasaran sudah tercatat, maka langkah penanganan ini kami lakukan,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, kemiskinan bukan menjadi penyebab utama anak stunting. Berdasarkan catatan dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes PPKB) setempat, mayoritas anak stunting disebabkan pola asuh serta pola makan yang salah.

Dalam hal ini, pemkot juga menerjunkan kader kesehatan untuk terus memberikan pemahaman bagi masyarakat. ''Semakin kencang intervensi dan penanganan langsung di lapangan, Kota Madiun bisa zero stunting,’’ pungkasnya. (ggi/den/*)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #bumil #Posyandu ILP #Stunting