KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Segala sesuatu punya potensi masing-masing. Pemkot Madiun menangkap adanya peluang penggerak roda ekonomi dari Suran Agung.
Momen tahunan yang berkaitan erat dengan perguruan pencak silat itu diharap mampu memberi dampak positif bagi kota ini.
Pj Wali Kota Madiun Eddy ingin berbagai elemen masyarakat ambil bagian dalam Suran Agung.
Mulai Polri, TNI, Satpol PP, dan Dishub, Dinas Kesehatan PPKB, sampai masyarakat.
''Mari bersama-sama menjaga Kota Madiun, mengubah stigma kota pendekar itu tidak menyeramkan,'' ungkap Eddy, Kamis (4/7).
Eddy menilai, berbagai hal mengenai pencak silat di kota ini berpotensi mengangkat daerah dari berbagai aspek.
Dia ambil contoh, sektor budaya.
Yang mana, pencak silat sejatinya merupakan salah satu bentuk kearifan lokal.
''Saya ingin bersama-sama menggali kegiatan budaya yang bisa mengangkat Kota Madiun dari sisi ekonomi dan budaya. Itu nanti pasti kami bahas," ujarnya.
Suran Agung bakal dilaksanakan 21 Juli 2024.
Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda R Agus Wiyono Santoso mengatakan, Suran Agung mengangkat budaya lokal.
Yaitu, budaya kanuragan sekitar wilayah Madiun.
''Suran Agung diawali dengan rombongan kirab terdiri dari 14 perguruan pencak silat yang ada di Kota Madiun,'' ujarnya.
Agar kegiatan lancar, pihaknya menghimbau semua untik menjaga dan menciptakan suasana yang kondusif.
Pun, saling menghormati antar-perguruan pencak silat.
"Itu (Suran Agung, Red) diperuntukkan untuk umum juga. bukan keluarga PSHW TM saja, tetapi semua boleh ikut," pungkasnya. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani