Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pangdam-Kapolda Turun Gunung Pantau Awal Sura, Kapolres Madiun Kota Klaim Wilayah Kondusif

Anggiyan Bayu • Selasa, 9 Juli 2024 | 21:00 WIB
MONITOR: Kondusivitas wilayah Kota Madiun dipantau lewat CCTV di Mapolres Madiun Kota, Minggu malam (7/7). (POLRES MADIUN KOTA)
MONITOR: Kondusivitas wilayah Kota Madiun dipantau lewat CCTV di Mapolres Madiun Kota, Minggu malam (7/7). (POLRES MADIUN KOTA)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Stigma miring yang melekati bulan Sura coba dihapus. Terutama terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Madiun.

Buktinya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto turun gunung ke kota ini, Minggu (7/7) malam.

Dua petinggi TNI-Polri di Jatim itu memantau kondusivitas Kota Madiun.

Situasi dan kondisi kota ini di momen yang lekat dengan tradisi sekaligus hajat perguruan pencak silat itu dipelototi.

Keduanya memanfaatkan closed-circuit television (cctv) di Mapolres Madiun Kota.

"Kedatangan dalam rangka patroli rutin kamtibmas,'' kata Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto, Senin (8/7).

"Karena bersamaan agenda Ops Aman Sura 2024, beliau (pangdam dan kapolda, Red) mengecek langsung kesiapan di lapangan," sambungnya.

Kapolres mengungkapkan, kapolda dan pangdam menaruh atensi pada kegiatan-kegiatan yang mengganggu kamtibmas.

Mereka juga memberi pesan khusus untuk jajaran Polres Korwil V Polda Jatim (Madiun kota dan kabupaten, Ponorogo, Magetan, Ngawi, Pacitan).

Seluruh polres diminta untuk bersama melakukan antisipasi dan pencegahan.

Khusunya terhadap tindakan berpotensi konflik dan bertentangan dengan hukum.

"Hal-hal yang membuat situasi tidak kondusif perlu dicegah dan diantisipasi bersama,'' ungkap Agus.

Menurut Agus, kelestarian Suroan-Suran Agung sudah seyogianya dijaga.

Di samping itu, tradisi tahunan ini jangan sampai diwarnai tindakan-tindakan yang berimplikasi hukum.

Baik saat kedatangan, kegiatan, maupun kepulangan massa.

''Sampai saat ini (kemarin, Red) kondusif," klaim kapolres.

"Kami berterima kasih kepada masyarakat dan khususnya para pengurus maupun anggota organisasi perguruan pencak silat telah ikut menjaga kondusivitas wilayah," ucap Agus.

Agus menyebutkan, sebanyak 1.300 personel gabungan TNI-Polri, stakeholder terkait, dan petugas pengamanan internal organisasi perguruan pencak silat dikerahkan.

Selain mengamankan kegiatan, personel tersebar di titik perbatasan wilayah kota dan titik rawan konflik.

Tak hanya itu, petugas patroli juga menyisir seluruh wilayah kota untuk memastikan kamtibmas.

‘’Aman adalah kebutuhan dasar. Aman perlu diwujudkan dan menjadi tanggung jawab bersama. Ketika semua aman, pasti berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat,’’ ujarnya.

Dia berharap kondusivitas saat ini terjaga hingga kegiatan Suroan-Suran Agung kelak selesai.

Pihaknya meminta masyarakat untuk menghindari tindakan pemicu konflik.

Termasuk tidak terprovokasi kabar atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Pun tetap patuh Maklumat Sura Damai yang telah disepakati bersama.

‘’Maklumat bukan hanya produk TNI-Polri, tapi kesepakatan pemda dan organisasi perguruan pencak silat. Mari kita taati bersama,’’ pungkas kapolres. (ggi/den)

Editor : Mizan Ahsani
#suran agung #sura #madiun #pangdam #suroan #kapolda