KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keramaian tampak di Alas Ronggo Kuning, Ngegong, Minggu pagi (14/7).
Puluhan joglo yang berisi makanan khas dari berbagai daerah terlihat berderet di ruang terbuka hijau (RTH) yang berada persis di samping kantor kelurahan itu.
Ada gethuk, polo pendem, pecel, botok, hingga jamu dalam Pasar Jadoel tersebut.
Lurah Ngegong Ika Kusumaningtyas menyatakan, pihaknya ingin menghadirkan kembali suasana zaman dulu melalui makanan.
Dia melibatkan karang taruna hingga UMKM.
‘’Ada sekitar 30 UMKM yang terlibat,’’ ungkapnya.
Selain itu, untuk menambah kesan old school juga dihadirkan fasilitas membatik gratis, pojok baca dan sejumlah permainan lawas.
Bahkan, ke depannya juga akan ditambah perkakas barang-barang antik, sepeda onthel sekaligus pameran keris.
‘’Pasar Jadoel akan digelar setiap minggu pada akhir bulan,’’ ujar Ika.
Camat Manguharjo Lita Febriana Hapsari menambahkan, Pasar Jadoel diinisiasi oleh Kelurahan Ngegong dalam mengembangkan potensi UMKM dan mempertahankan kearifan lokal.
‘’Adanya Pasar Jadoel ini tentu juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian,’’ katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro (Disnaker-KUKM) Kota Madiun Andriono Waskito Murti mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat.
Ke depannya, dia mendorong pasar bernuansa tempo dulu ini dilengkapi dengan ornamen barang-barang antik.
‘’Ya, supaya tidak terbelenggu ke UMKM makanan-minuman saja. Tetapi juga bisa ditambah barang-barang antik,’’ tuturnya. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani