SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Koalisi partai politik (parpol) pengusung Maidi makin gemuk.
Sebab, PKS memutuskan bergabung bersama dengan PSI, Gerindra, Nasdem, dan Demokrat yang sudah memberi rekomendasi untuk Maidi sebagai bakal calon wali kota (bacawali) Madiun.
Dengan demikian, Maidi sudah mengantongi 16 kursi dukungan.
Saat ini, mantan wali kota Madiun periode 2019–2024 itu tinggal menunggu rekom dari PKB.
Sedangkan Golkar, pihaknya masih belum bisa memberikan jaminan.
Meski begitu, Maidi mengaku bersyukur mendapatkan tambahan dukungan dari PKS. Kendati PKS tidak mengantarkannya dalam deklarasi bacawali di alun-alun, awal Mei lalu.
‘’Alhamdulillah saya bisa menerima rekom dari PKS. Tentu ini merupakan hal baik untuk bersama-sama bisa melanjutkan pembangunan Kota Madiun ke depannya,’’ katanya, Minggu (14/7).
Di sisi lain, Maidi mengatakan akan terus menjalin komunikasi politik dengan partai lain meski sejatinya syarat minimal untuk mencalonkan diri sudah terpenuhi.
‘’Silakan partai lain yang belum mendukung untuk bergabung,’’ harapnya.
Adapun surat rekomendasi sebagai bacawali dari DPP diserahkan kepada Maidi oleh Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan pada Sabtu (13/7) malam lalu di Surabaya.
Selain Maidi, hadir F Bagus Panuntun sebagai bacawawali yang sudah mendapatkan rekom dari PSI dan Gerindra.
‘’Pilkada adalah momen yang sangat krusial bagi masa depan suatu daerah,’’ kata Irwan Setiawan.
‘’PKS memastikan bahwa calon yang diusung adalah calon yang berintegritas, berkompeten, dan punya komitmen kuat membawa perubahan positif bagi masyarakat,’’ sambungnya.
Dia mengungkapkan, rekomendasi diserahkan partainya kepada Maidi setelah melalui sederet proses penjaringan dan penyaringan bakal calon.
Karena itu, pihaknya meminta Maidi untuk menjaga komitmen dengan PKS.
Di antaranya, menjaga integritas serta kejujuran, mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah demi kesejahteraan warga Kota Madiun.
‘’Selanjutnya, seluruh pengurus, anggota dan simpatisan PKS Kota Madiun saya minta untuk merapatkan barisan dan bekerja sama memenangkan calon PKS dalam Pilkada Kota Madiun.’’
‘’Insya Allah seluruhnya siap untuk berjuang,’’ sambung Irwan.
Terpisah, Ketua DPD PKS Kota Madiun Nur Salim memastikan rekomendasi bacawali jatuh untuk Maidi.
Kendati begitu, rekomendasi PKS itu belum sepaket dengan bacawawali.
‘’Yang diundang dan menerima rekomendasi hanya bakal calon yang sudah melalui proses. Bacawawalinya belum siap (menyelesaikan proses, Red),’’ ungkapnya.
Terkait keberadaan F Bagus Panuntun yang ada dalam pertemuan tersebut, Nur Salim mengaku memang diusulkan mendapat rekomendasi sebagai bacawawali.
Namun, pengajuan itu masih diproses.
‘’Kalau berpasangan, ada proses lagi di DPD, DPW dan DPP. Sebab, proses awal masuknya beliau (Maidi) sendiri untuk bacawali, bukan sepaket,’’ terang anggota DPRD Kota Madiun itu.
Diungkapkannya, ada beberapa nama bacawawali yang sedang digodok untuk mendapatkan rekom dari PKS.
Selain Bagus Panuntun, ada Bagus Rizki Dinarwan, Kiagus Firdaus, Andro Rohmana, dan Mohamad Nur Sodiq.
‘’Semua berporses. Keputusan siapa bacawawali ada di DPP,’’ jelas Nur Salim. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani