KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Partai nonparlemen bakal mengadu peruntungan pada Pilkada Kota Madiun 2024. Mereka berusaha memanfaatkan pesta demokrasi itu sebagai selling points bagi bakal calon wali kota (bacawali).
Minggu malam (14/7) lalu, enam partai nonparlemen tersebut bertemu untuk menyatukan visi. Meliputi PKN, Hanura, PBB, Garuda, Ummat dan Partai Buruh.
Dalam pertemuan itu para ketua partai nonparlemen yang hadir belum sampai membahas soal arah dukungan politik. Mereka baru sebatas membangun komunikasi politik.
‘’Masih menyatukan persepsi dulu. Kami tidak bicara soal jago atau bakal calon. Sudah simpel begitu,’’ kata Atok Kusharyanto yang ditunjuk sebagai ketua koalisi partai nonparlemen itu kemarin (15/7).
Menurutnya, pembicaraan tentang arah dukungan politik di pemilihan wali kota (pilwakot) bakal dilakukan saat pertemuan lain.
Apalagi, saat ini baru muncul nama Maidi seorang sebagai bacawali yang sudah mendapatkan rekomendasi sejumlah partai politik (parpol).
Sedangkan, beberapa nama kandidat calon lainnya seperti Bonie Laksmana, Inda Raya Ayu Miko Saputri dan Bagus Rizki Dinarwan masih belum jelas macung atau tidak. Karena ketiganya saat ini juga belum mendapatkan surat rekomendasi sebagai bakal calon.
‘’Dari beberapa nama yang ada itu kami memang belum tahu kepastiannya bagaimana. Jadi, naik atau tidak. Kan masih ada waktu sampai 27 Agustus. Apalagi, kami baru mulai pembicaraan ini (koalisi nonparlemen),’’ terang Atok yang juga merupakan Ketua DPC Hanura Kota Madiun tersebut.
Saat ditanya terkait keikutsertaan Hanura dalam deklarasi dukungan kepada Maidi sebagai bacawali pada awal Mei lalu, Atok menyebut hal itu merupakan keputusan pribadi partainya.
Sehingga, menurut dia, keputusan tersebut tidak bisa dianggap bahwa koalisi partai nonparlemen semua mendukung Maidi.
‘’Ya, nggak apa-apa itu. Tapi, ini berbeda. Karena partai nonparlemen maunya ngumpul menjadi satu (koalisi) supaya (perolehan) suaranya kelihatan banyak. Kalau dikonversikan itu bisa sampai satu kursi parlemen,’’ bebernya.
Sebagaimana diketahui, total perolehan keseluruhan suara partai nonparlemen pada saat pemilu lalu itu sebanyak 741 suara.
Perinciannya, PKN 241 suara, Hanura 64 suara, PBB 57 suara, Ummat 189 suara dan Buruh 190 suara. Sedangkan Partai Garuda tidak lolos verifikasi parpol peserta pemilu.
Atok mengungkapkan, pihaknya baru berbicara gabungan enam partai nonparlemen. Artinya, koalisi ini masih bisa berkembang. Karena masih menyisakan PAN, PPP dan Gelora yang memiliki total keseluruhan 5.551 suara.
‘’Tapi, kami tidak akan berbicara tentang kandidat di sini. Kami satukan visi dulu. Jadi, ketika sudah klik semuanya baru nanti akan bicara mau dibawa ke mana,’’ ungkap mantan anggota DPRD Kota Madiun periode 2014–2019 itu. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto