KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - PT Industri Kereta Api (Persero), atau PT INKA, dikabarkan terjerat masalah.
Perusahaan di Jalan Yos Sudarso, Kota Madiun, itu digeledah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, pada Selasa (16/7) lalu.
Kejati Jatim menggeledah kantor INKA terkait dugaan korupsi pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga surya 200 MW di Republik Demokratik Kongo.
Tim penyidik dilaporkan melakukan penggeledahan selama hampir 10 jam pada hari itu.
Belasan orang diperiksa dan ratusan dokumen diamankan oleh Korps Adhyaksa.
Sebelum terjerat dugaan korupsi ini, PT INKA telah berkembang secara pesat.
PT INKA resmi berdiri pada 18 Mei 1981.
Namun, operasional pabrik kereta api yang awalnya merupakan Balai Yasa Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) baru diserahkan kepada manajemen PT INKA pada 29 Agustus 1981.
Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari ulang tahun PT INKA yang diperingati setiap tahunnya.
Perkembangan Awal
Pada awalnya, PT INKA berada di bawah pembinaan teknis Departemen Perhubungan.
Kemudian pada 1983, pembinaan dilakukan oleh Dewan Pembina Industri Strategis (DPIS) dan pada tahun 1989 oleh Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS).
Tahun 1998 menjadi tonggak penting ketika PT INKA menjadi anak perusahaan dari holding PT Bahana Pakarya Industri Strategis (BPIS) hingga dibubarkan pada tahun 2002.
Sejak saat itu, PT INKA berada di bawah pengelolaan Kementerian BUMN.
Ekspansi dan Produk
PT INKA dikenal sebagai manufaktur kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara.
Produk-produk PT INKA tidak hanya melayani kebutuhan domestik tetapi juga diekspor ke berbagai negara seperti Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Australia.
Beberapa produk unggulannya meliputi kereta penumpang, kereta rel listrik (KRL), lokomotif, dan gerbong barang.
Anak Perusahaan
PT INKA saat ini memiliki beberapa anak perusahaan yang mendukung bisnis utamanya.
PT INKA Multi Solusi didirikan pada 23 Desember 2009.
Anak perusahaan ini menyediakan jasa total solution provider di bidang konstruksi dan perdagangan komponen/suku cadang perkeretaapian dan produk transportasi darat.
Nama PT INKA Multi Solusi resmi digunakan setelah akuisisi pada 28 November 2014.
PT Rekaindo Global Jasa
Berdiri sejak 1998, anak perusahaan ini bergerak di bidang jasa konsultan engineering, desain, dan maintenance perkeretaapian.
Saham PT Rekaindo Global Jasa dimiliki oleh PT INKA, Nippon Sharyo, Sumitomo Corporation, dan KOPINKA. (naz)
Editor : Mizan Ahsani