KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Kemarau telah tiba. Kekeringan jadi ancaman. Tak terkecuali untuk pertanian. Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto mengingatkan untuk berhati-hati dan bijak menggunakan air. ‘’Air tanah diambil terus-terusan, ada potensi kehabisan,’’ kata Eddy, Minggu (21/7/2024).
Mayoritas irigasi di kota ini menggunakan pompa sibel. Eddy menuturkan, petani bisa memanfaatkan Bengawan Madiun jika benar-benar kekeringan. ‘’Kalau (air tanah, Red) masih aman, bisa pakai sibel dengan tetap harus bijak menggunakannya,’’ ujarnya.
Terkait potensi kekeringan, Kepala DKPP Kota Madiun Totok Sugiarto mengklaim pihaknya telah melakukan antisipasi. Kebutuhan pompa sibel untuk pertanian didata. ‘’Hasil pendataan, kebutuhan 200 unit. Yang sudah terpasang 120 pompa sibel,’’ ungkap Totok.
Jamaknya, petani akan memilih jenis tanaman yang tak banyak butuh air saat kemarau. Seperti palawija. Disinggung soal itu, Totok menuturkan DKPP tidak memaksa petani untuk menanam apa. "Diharapkan tetap bijak, selama itu bisa di padi,’’ ucapnya. (mg1/den)
Editor : Hengky Ristanto