Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sekilo Cabai Rawit di Kota Madiun Tembus Rp 75 Ribu, Beli di Wartek Inflasi Lebih Murah!

Erlita H • Minggu, 21 Juli 2024 | 20:00 WIB
KENDALIKAN INFLASI: Dinas Perdagangan Kota Madiun menggelar operasi pasar untuk cabai rawit dan minyak goreng di tiga titik Warung Tekan Inflasi, Jumat (19/7). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
KENDALIKAN INFLASI: Dinas Perdagangan Kota Madiun menggelar operasi pasar untuk cabai rawit dan minyak goreng di tiga titik Warung Tekan Inflasi, Jumat (19/7). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Musim kemarau berdampak pada ketersediaan sejumlah bahan pokok di Kota Madiun.

Dampaknya, harga pun meroket. Dari catatan dinas perdagangan (disdag) setempat, satu di antara komoditi yang melambung harganya adalah cabai.

Untuk cabai rawit, misalnya. Dari sekitar Rp 30 ribu per kilogram, kini menembus Rp 75 ribu.

Artinya, ada kenaikan Rp 45 ribu.

Sebagai upaya pengendalian, disdag kemudian menggelar operasi pasar di tiga titik Warung Tekan Inflasi (Wartek).

Yakni, di Pasar Besar Madiun, Pasar Sleko dan Pasar Kojo.

Dalam waktu satu jam belasan kilogram cabai rawit ludes terjual. Agar pendistribusian barang merata, diterapkan pembatasan jumlah pembelian.

Setiap warga hanya diperbolehkan membeli 400 gram cabai rawit. Yang mana, setiap 200 gramnya dibanderol Rp 13 ribu.

Kepala Disdag Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan, operasi pasar ini sudah digelar dua hari terakhir.

Dari kegiatan ini, diharapkan dapat menekan harga cabai rawit sekaligus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan si pedas.

‘’Operasi pasar dilaksanakan sampai harga cabai rawit turun. Diperkirakan hingga awal Agustus. Setiap operasi pasar disediakan 10–20 kilogram cabai rawit,’’ katanya.

Selain cabai rawit, ada juga minyak goreng (migor) yang dijual dalam operasi pasar tersebut.

Disdag memberikan subsidi penjualan migor sekitar Rp 1.500 per liter.

‘’Untuk migor, setiap harinya kami suplai sekitar 150 liter saat operasi pasar,’’ ungkap Ansar.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Totok Sugiarto tak menampik harga cabai di pasaran saat ini sedang melambung.

Sebagai antisipasi ke depannya, pihaknya berencana melakukan pengadaan 2–5 ribu benih cabai.

‘’Benih cabai itu kemudian akan dibagikan ke kelompok P2L (Pekarangan Pangan Lestari) untuk ditanam,’’ ujarnya.

Dibutuhkan setidaknya sekitar 70 hari untuk memanen benih cabai tersebut.

Dengan demikian, masyarakat tidak akan kesulitan untuk mendapatkan cabai pada saat musim kemarau.

‘’Kami mendahulukan kelompok P2L untuk penanaman benih cabai. Jadi, ini sudah kami prediksi sebelumnya,’’ ucapnya.

Mahalnya harga cabai rawit di pasaran membuat warga cukup kelabakan.

Sri Murni, misalnya. Warga Kelurahan Kelun itu mengaku membutuhkan cabai rawit untuk keperluan usaha lapaknya.

‘’Ya, harapannya sih harga cabai rawit saat ini bisa secepatnya normal. Karena ini (komoditi) kebutuhan pokok untuk pelaku usaha,’’ terang perempuan 55 tahun tersebut. (mg1/her)

Harga di Wartek Inflasi

Minyak goreng: Rp 15.500 per liter

Cabai rawit: Rp 13.000 per 200 gram

Bawang merah: Rp 12.000 per setengah kilogram

Bawang putih: Rp 15.000 per setengah kilogram

Editor : Mizan Ahsani
#Inflasi #kota madiun #minyak #harga #komoditas #cabai #Wartek