Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Gelontor Rp 10,6 M untuk Bangun IPLT, Lokasi di Pinggiran Kota

Anggiyan Bayu • Kamis, 25 Juli 2024 | 21:30 WIB
MONITORING: Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto bersama dengan tim PPS kejaksaan dan DPUPR meninjau proyek pembangunan IPLT di Kelurahan Winongo, Rabu (24/7). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
MONITORING: Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto bersama dengan tim PPS kejaksaan dan DPUPR meninjau proyek pembangunan IPLT di Kelurahan Winongo, Rabu (24/7). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) mulai direalisasikan pembangunannya.

Nilai kontraknya Rp 10,6 miliar. Sedangkan lokasinya berada di Kelurahan Winongo. Adapun pembangunan IPLT akan dilakukan secara bertahap hingga 2025.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Thariq Megah mengatakan, progres pembangunan tahun ini masih dalam tahap pekerjaan awal.

Seperti pekerjaan galian serta pemasangan pancang. Kemudian, pembangunan pondasi hingga pengecoran dinding.

‘’Termasuk ada pembuatan akses jalan dan kolam penampungan limbah,’’ katanya, Rabu (24/7).

Rencananya, terdapat beberapa bangunan di IPLT Winongo. Antara lain, kantor operasional dan instalasi limbah tinja.

Untuk instalasinya, meliputi pembangunan solid seperation chamber, drying area, anaerobic filter, gudang lumpur tinja, unit fakultatif, unit maturasi, cascade aerator, dan wetland.

Juga ada bangunan sarana pendukung lainnya. Mantan kabid bina marga itu menjelaskan, proyek sarana sanitasi tersebut bakal memanfaatkan lahan seluas 3.895 meter persegi.

Kapasitas penampungan dan pengolahan lumpur tinja mencapai 20 meter kubik per hari.

‘’Lokasi ini (dekat TPA Winongo) dipilih karena memang ideal untuk pembangunan IPLT. Selain lahannya pemkot, posisinya strategis dari jalan dan jauh dari permukiman penduduk,’’ jelasnya.

Sesuai asas manfaatnya, menurut dia, IPLT merupakan bagian dari upaya meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Seperti menjaga kualitas air tanah maupun air baku dan menciptakan lingkungan bersih serta sehat.

‘’IPLT ini menjadi pemenuhan sarana sanitasi dalam mewujudkan Kota Madiun sehat,’’ ungkap Thariq.

Di sisi lain, rencana pembangunan IPLT tersebut menarik perhatian Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto.

Kemarin, dia melihat ke lokasi bersama dengan tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Negeri Kota Madiun.

Eddy menilai pembangunan IPLT perlu dikawal dan diawasi. Dengan harapan, proyes pengerjaannya berjalan sesuai ketentuan.

‘’Nanti saya juga akan turun setiap waktu untuk mengecek sampai pembangunan itu selesai sesuai dengan ketentuan,’’ ujarnya.

Selain itu, menurut dia, pengawasan terhadap IPLT tidak sekadar saat pembangunan.

Tetapi sampai pengoperasiannya kelak. Mulai dari tata kelola hingga pengenaan retribusi.

‘’Kami bangun dulu terus regulasinya dibuat. Nah, itu perda atau apa sehingga nanti harus dibahas dengan DPRD. Yaitu, terkait apakah ini bisa untuk retribusi atau nggak,’’ kata Eddy. (ggi/her)

Tentang Pembangunan IPLT

Lokasi: Kelurahan Winongo

Luas lahan: 3.895 meter persegi

Kapasitas: 20 meter kubik per hari

Sumber anggaran: DAK 2024

Nilai pagu anggaran: Rp 11,8 miliar

Nilai kontrak: Rp 10,6 miliar

Kontraktor: CV Cipta Niaga Abadi

Fasilitas instalasi:

- solid seperation chamber

- drying area

- anaerobic filter

- gudang lumpur tinja

- unit fakultatif

- unit maturasi

- cascade aerator

- wetland

Editor : Mizan Ahsani
#anggaran #limbah #kota #winongo #IPLT #madiun