KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keramaian tampak di Ngrowo Bening Edupark, Jumat (26/7).
Puluhan joglo yang berisi makanan khas dari berbagai daerah dan barang-barang antik terlihat berderet dalam acara berlabel Pasar Seni dan Kuliner itu.
Ada nasi pecel, lontong sayur, jenang, rujak petis, gethuk, kain batik, wayang, serta kesenian lukis. Total ada 29 stan.
Keberadaan pedagang berpakaian lurik dan perempuan berkebaya makin menambah kesan suasana zaman dulu dalam pasar tersebut.
Kemudian, untuk proses transaksinya menggunakan sistem barter berupa bambu berwarna.
Misalnya, masyarakat dapat menukarkan bambu kuning dengan uang Rp 5 ribu. Lalu, bambu merah Rp 10 ribu dan bambu hijau Rp 20 ribu.
Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, Pasar Seni dan Kuliner merupakan bagian dari ide kreatif Komunitas Kebaya Indonesia (KKI).
Mereka dinilai mampu melihat peluang untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah.
‘’Pasar ini akan ada terus. Ke depannya, buka pada Sabtu dan Minggu mulai pukul 06.00–13.00,’’ katanya.
Selain itu, Soeko merasa cocok Pasar Seni dan Kuliner dipusatkan di Ngrowo Bening Edupark.
Selain luas, tempatnya juga teduh.
‘’Keberadaan Ngrowo Bening memang harus dioptimalkan. Ya, karena melihat suasananya sudah sangat mendukung untuk kegiatan seperti ini,’’ ujar mantan kepala disperkim tersebut.
Soeko mengaku bakal terus mengevaluasi sekalius berusaha membaca peluang yang diinginkan oleh wisatawan.
Dengan begitu, menurutnya, iklim pariwisata di Kota Madiun bisa terus hidup. ‘’Dan, tentunya dapat meningkatkan perekonomian daerah,’’ ungkapnya. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani