KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU sepertinya bakal sering terlihat setelah ini.
Menyusul Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi jenis Pertamax.
Direktur Perumda Aneka Usaha Sutrisno memprediksi kenaikan harga Pertama dari sebelumnya Rp 12.950 menjadi Rp 13.700 bakal memengaruhi konsumen terhadap penggunaan jenis BBM.
’’Ada kemungkinan masyarakat akan beralih ke Pertalite. Sehingga, omzet khusus Pertamax diprediksi juga akan mengalami penurunan,’’ katanya, Senin (12/8).
Selama ini, kata Sutrisno, delivery order (DO) per hari biasa untuk BBM non subsidi jenis Pertamax di SPBU Basuki Rahmat sekitar 1.000 liter.
Sedangkan di SPBU Mayjend Sungkono sekitar 2.000 liter.
’’Kenaikan harga Pertamax baru dua hari (10/8) lalu. Jadi, kami belum bisa menghitung kebutuhan DO selanjutnya,’’ ujarnya.
Kemudian, untuk menstabilkan pemasukan di tengah melonjaknya harga BBM non subsidi jenis Pertamax, sejumlah kerja sama bakal dijajaki Perumda Aneka Usaha.
Di antaranya, melobi perusahaan swasta di Kota Madiun dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Tujuannya untuk menjadikan Perumda Aneka Usaha sebagai penyedia BBM kendaraan operasional.
’’Banyak kendala yang dihadapi, tapi kami harus berani. Bisnis itu tidak direncanakan tapi dilaksanakan. Kami masih banyak harus belajar,’’ terang Sutrisno. (mg1/her)
Baca Juga: Fakta Menarik Perayaan Hari Jadi ke-528 Ponorogo, Teguhkan Semangat Lestarikan Seni Budaya
Fluktuasi Harga Pertamax
2023
Januari–Maret 2023: Rp 12.800/liter
Maret–Mei 2023: Rp 13.300/liter
Mei–September 2023: Rp 12.500/liter
September–Oktober 2023: Rp 13.300/liter
Oktober–November 2023: Rp 14.000/liter
November–Desember 2023: Rp 13.400/liter
2024
Januari–Maret 2024: Rp 13.350/liter
Maret–Agustus 2024: Rp 12.950/liter
Agustus: Rp 13.700/liter
Editor : Mizan Ahsani