KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Training of trainers sahabat sensor mandiri digelar Pemkot Madiun bersama dengan Lembaga Sensor Film (LSF), Kamis (22/8). Kegiatan yang dipusatkan di Amaris Hotel Madiun itu merupakan bagian dari program lanjutan desa sensor mandiri di Kelurahan Winongo.
’’Tugas kami dalam UU (Undang-Undang) memang untuk penyensoran tontonan masyarakat. Selain itu, kami juga punya tugas mengedukasi masyarakat untuk menyensor secara mandiri tontonan mereka,’’ kata Sekretaris Komisi III LSF Mukayat Al Amin.
Mukayat menilai literasi dan edukasi penting dilakukan agar masyarakat secara mandiri lebih bijak dalam mengonsumsi tontonan film. Sebab, di era digitalisasi saat ini, mustahil jika harus bergantung pada penyensoran LSF.
’’Dari segi pengawasan memang susah. Yang bisa diukur adalah bagaimana masyarakat sadar atau tidak. Jika sadar, program sensor mandiri ini berhasil. Kalau tidak sadar ya belum sukses melaksanakan program ini,’’ ungkapnya.
Menurut Mukayat, masyarakat harus pintar dalam mengonsumsi tontonan. Baik itu tontonan yang memuat nilai positif berbangsa dan bernegara kebudayaan serta mengandung edukasi. Sedangkan tidak baik adalah tontonan yang menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), seksual, kekerasan, dan rasisme.
’’Nilai-nilai ini penting untuk disosialisasikan, dikenalkan, dan disebarkan di lingkungan. Harapan kami, Pemkot Madiun melalui Kelurahan Winongo bisa menjadi pelopor edukasi sensor mandiri bagi masyarakat,’’ harap Mukayat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto menyambut baik program sensor mandiri antara LSF dan Kelurahan Winongo. Menurut dia, program tersebut merupakan program lanjutan yang sejatinya telah dimulai pada 2021 silam. ’’Program ini merupakan jawaban atas perkembangan khususnya perfilman dan digitalisasi,’’ ucapnya.
Di samping itu, Soeko mengajak masyarakat menjadi agen edukasi dan literasi sensor mandiri di mana pun berada. Dengan begitu, segala hal negatif yang termuat dalam tontonan dapat diantisipasi bersama. ’’Kelurahan Winongo menjadi pioner di Kota Madiun. Selanjutnya, edukasi akan disebarkan ke kelurahan-kelurahan lain se-Kota Madiun,’’ pungkasnya. (ggi/her/*)
Editor : Hengky Ristanto