KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Pemilihan wali kota (pilwakot) Madiun berpotensi diikuti tiga pasangan calon (paslon).
Menyusul niatan Inda Raya Ayu Miko Saputri dan Aldi Dwi Prastianto macung sebagai bacawali-bacawawali.
Rabu (28/8), keduanya mendatangi kantor DPC PDIP untuk melakukan konsolidasi bersama dengan jajaran pengurus partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Setelah dari DPC, Inda Raya-Aldi dijadwalkan bertolak ke kantor DPD PDIP Jatim untuk mengambil surat rekomendasi berupa formulir persetujuan model B1-KWK dari DPP.
Inda Raya (IR) tak menampik duetnya dengan Aldi terkesan instan menyongsong Pilkada Kota Madiun 2024.
Namun, hal itu lebih disebabkan karena hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas pencalonan.
’’Kalau dibilang instan, memang instan. Karena putusan MK sebelumnya masih iya, nggak, iya, nggak. Setelah itu, kami kemudian berkomunikasi, bercerita dan bertukar pendapat bagaimana kalau dua kebaikan ini disatukan. Hingga akhirnya, jadilah Inda dan Aldi,’’ terang mantan Wakil Wali Kota Madiun periode 2019–2024 tersebut.
Meski demikian, dirinya mengaku sudah mengenal Aldi lama.
Bahkan, dia bersama dengan pria 33 tahun itu pernah berkolaborasi di sejumlah acara kesenian dan budaya.
’’Kami punya komitmen dan visi-misi yang sama, kemudian disambut baik oleh DPP-DPC untuk bisa mewakili PDIP dalam kontestasi Pilkada 2024,’’ ungkapnya.
Di sisi lain, IR tetap memandang optimistis peluangnya untuk bisa memenangkan pilwakot kendati kalah start dengan dua paslon lainnya. Sebagai kader PDIP, dirinya siap berjuang.
’’Berat atau tidak, karena belum dijalani kami tidak merasa berat. Dan, saya yakin PDIP itu perjuangannya dulu yang harus dijalankan,’’ ujar perempuan 42 tahun tersebut.
Baca Juga: Warga Kota Madiun Kurang Doyan Makan Ikan? Indeks Konsumsi yang Minus dari Target Jadi Indikasi
Soal siapa Aldi, IR sempat menjelaskan yang bersangkutan merupakan politisi muda sekaligus berlatar belakang seorang pengusaha.
Sebelum come back ke Kota Madiun, Aldi sempat ingin melamar sebagai bacawali Salatiga.
NNamun, langkah terbentur pasangannya yang masih berusia kurang dari 30 tahun.
Sementara itu, Aldi melihat IR merupakan perempuan yang visioner dan baik.
Dirinya juga paham betul apabila ingin membangun sebuah daerah tentu harus memiliki chemistry serta sebuah kepemimpinan yang solid dan kuat.
’’Saya memilih Mbak Inda sebagai bacawali, karena saya melihat perlu adanya sebuah keseimbangan. Dan, saya rasa dengan kepemimpinan kami berdua Kota Madiun bisa lebih baik lagi,’’ ucap Aldi. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani