Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pohon Besar di Kota Madiun Rawan Tumbang, Disperkim Kota Madiun Kerahkan Tiga Tim untuk Pemangkasan

Erlita H • Jumat, 30 Agustus 2024 | 15:45 WIB
RAWAN TUMBANG: Disperkim melakukan perapian untuk mengantisipasi pohon tumbang di wilayah Kota Madiun. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
RAWAN TUMBANG: Disperkim melakukan perapian untuk mengantisipasi pohon tumbang di wilayah Kota Madiun. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Dampak angin kencang di Kota Madiun diantisipasi dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim).

Seperti dengan perapian pohon rutin setiap hari.

Subkoordinator Pertamanan Dinas Perkim Rusdyanto Dwi Hermawan mengatakan, pihaknya membagi tiga tim untuk perapian pohon.

Misalnya ada yang terjun untuk pengaduan masalah perapian pohon besar dan tim terakhir untuk pelayanan umum atau pembantu.

"Kalau aduan dari masyarakat akhir-akhir ini banyak. Kami fokuskan untuk pelayanan masalah pengaduan warga," ujarnya, Kamis (29/8).

Dengan banyaknya intensitas pengaduan masyarakat saat ini, pihaknya lebih fokus menindaklanjuti laporan tersebut.

Akibatnya, sedikit terlambat dalam mengejar waktu dalam penanganan pelayanan umum dan beberapa titik pohon besar di beberapa tempat.

Di antaranya, di Jalan Letkol Suwarno, Jalan Taman Praja dan Jalan Slamet Riyadi.

Bahkan, penanganan pohon di Jalan Ring Road belum bisa tertangani saat ini.

Hal ini dikarenakan masih banyak jadwal rutin pemangkasan pohon yang masih belum terlaksana.

"Masih banyak pohon-pohon yang belum dipangkas. Kami masih kerepotan. Rutinnya satu tim itu kurang banyak tenaga untuk penanganan," tambah Rusdi.

Rusdi mengungkapkan, dalam satu tim jatah waktu kerja sama hanya 7 jam. Namun apabila musim hujan, ada tim dari BPBD Kota Madiun yang membantu penanganan pohon roboh.

Yang mana, satu tim berjumlah 8 orang.

"Pemangkasan dilakukan untuk mengantisipasi angin besar. Karena di musim kemarau itu pohon besar yang tinggi terlihat kering, sehingga rantingnya mudah patah," ungkapnya.

Pihaknya juga menyesalkan ulah warga yang membakar pohon tanpa menggantinya.

"Sebelumnya, ada masyarakat berkeinginan memotong tidak bisa, terus membakar pohon pule. Beruntung, kami langsung antisipasi keselamatan warga di sekitar," ungkapnya. (mg1/her)

Editor : Mizan Ahsani
#kota madiun #Disperkim #angin #tumbang #pohon