KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Proses pendaftaran pasangan bacawali-bacawawali sudah kelar.
Selanjutnya, Bonie Laksmana-Bagus Rizki Dinarwan (Bonus) dan Inda Raya Ayu Miko Saputri-Aldi Dwi Prastianto (Dadi).
Mereka dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD dr Soetomo mulai hari ini (31/8) hingga besok (1/9).
Sedangkan pasangan Maidi-F Bagus Panuntun (Madiun) sudah merampungkan serangkaian tes kesehatan jasmani dan psikotes kemarin (30/8).
Puluhan dokter spesialis dilibatkan dalam proses pemeriksaan bakal calon.
Ada dokter penyakit dalam, neurologi, THT, mata, paru, stereometri, bedah urologi, bedah proktologi, bedah ortopedi, bedah umum, jantung, ekokardiografi, dan dokter gigi.
Ketua KPU Kota Madiun Pita Anjarsari mengatakan, setelah proses pendaftaran ditutup Kamis malam (29/8) dan berkas seluruh bakal pasangan calon (paslon) dinyatakan lengkap, pihaknya langsung memberikan surat pengantar kepada mereka untuk pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, pihaknya juga langsung memulai proses verifikasi administrasi (vermin) berkas seluruh paslon kemarin.
Kemudian, seandainya nanti ditemukan kekeliruan, KPU memberikan kesempatan bagi partai politik (parpol) untuk melakukan perbaikan dokumen.
’’Ketika ada berkas yang perlu diperbaiki, maka kami berikan kesempatan sesuai aturan untuk parpol pengusul memperbaiki dokumen calon,’’ katanya.
Sementara itu, dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Madiun berpolitik praktis menjelang perhelatan pemilihan wali kota (pilwakot) direspons Sekda Soeko Dwi Handiarto.
’’Yang jelas, kami berkomitmen ASN itu netral,’’ tegasnya.
Menurut Soeko, secara normatif tahapan pilwalkot saat ini masih belum sampai pada penetapan calon.
Di sisi lain, dugaan siapa bakal paslon yang melibatkan ASN juga belum jelas.
’’Secara tahapan belum pasti (penetapan calon). Secara normatif itu. Kalau secara etika, saya selaku pimpinan tertinggi ASN di Pemkot Madiun selalu mengingatkan mereka untuk menjaga netralitas,’’ ucapnya.
Berbeda urusannya ketika paslon sudah ditetapkan.
’’Saya rasa kata kuncinya ada di penetapan paslon. Ketika sudah ditetapkan, saya minta ASN lebih hati-hati,’’ tutur mantan kadisperkim tersebut.
Namun demikian, menanggapi tudingan ASN pemkot terlibat praktis pihaknya bakal berkoordinasi intensif dengan Bawaslu.
’’Terkait tudingan akan kami koordinasikan dengan Bawaslu,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani