KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca panas di Kota Madiun semakin menjadi-jadi. BMKG memperkirakan rerata suhunya mencapai 33–36 derajat celsius ketika siang–sore.
Teriknya suhu pada awal bulan ini membuat citra Pulau Jawa.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris menjelaskan, citra memerah ini disebabkan karena saat ini memasuki puncak musim kemarau.
Yang mana, sinar matahari yang menyinari permukaan bumi tak ada hambatan awan.
’’Dampaknya ada peningkatan suhu permukaan,’’ ungkapnya, Jumat (6/9).
Pihaknya memperkirakan pada Senin (9/9) mendatang, posisi matahari akan berada tepat di garis khatulistiwa.
Sehingga, diprediksi pada Oktober–November sudah akan memasuki musim penghujan.
’’Matahari berada di paling selatan pada Oktober, jadi saat itu sudah mulai memasuki musim penghujan,’’ ujarnya.
Meski demikian, menurut Setiyaris, fenomena citra merah ini bukan suatu hal luar biasa.
Karena rutin terjadi setiap tahun ini.
’’Jadi, dampak bagi masyarakat akan merasakan panas yang lebih dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,’’ terangnya.
Setiyaris mengingatkan kondisi juga berpotensi terjadinya bencana kebakaran.
Terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ’’Dampak lainnya meningkatnya polusi udara,’’ ungkapnya. (err/her)
Kenapa Madiun Raya Panas Menyengat?
Suhu maksimum: 36 derajat celsius
Suhu minimum: 24–26 derajat celsius
Sinar radiasi matahari masuk ke permukaan bumi tanpa halangan awan
Posisi semu matahari bergerak dari belahan bumi utara dan mendekati khatulistiwa
Diolah dari berbagai sumber
Editor : Mizan Ahsani