KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Anomali cuaca tengah melanda Kota Madiun dan sekitarnya.
Tidak hanya diselimuti awan gelap, suhu di Kota Madiun juga diprediksi lebih dingin daripada sebelumnya dan disusul hujan disertai angin kencang ketika sore.
Tepatnya pada 3–5 hari mendatang.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris mengatakan, fenomena ini dipicu anomali cuaca.
Penyebabnya, gangguan atmosfer gelombang ekuatorial rossby di Indonesia.
Imbasnya, di beberapa daerah terjadi hujan lokal.
’’Kondisi ini bertahan di wilayah Indonesia sekitar 3–5 hari dan rata-rata 5–7 hari. Gelombang ekuator ini memiliki siklus antara 30–60 hari,’’ katanya, Selasa (10/9).
Meski demikian, Setiyaris mengungkapkan intensitas hujan yang turun ringan–sedang.
Pun, didahului dan disertai dengan angin kencang akibat terbentuknya awan Cumulonimbus (Cb).
’’Kondisi ini tentu mengakibatkan tingkat kelembapan naik, sehingga yang dirasakan udara akan terasa gerah. Ini menandakan bahwa banyak uap air di udara sekitar kita,’’ terang Setiyaris.
Kendati begitu, pihaknya memprediksi anomali cuaca ini tidak berlangsung lama.
Karena diperkirakan musim kemarau masih akan berlangsung hingga pertengahan Oktober.
’’Prediksi BMKG, musim penghujan masuk pada Oktober akhir atau awal November. Namun, tidak menutup kemungkinan musim penghujan dapat maju atau mundur dari perkiraan,’’ paparnya.
Setiyaris lantas mengingatkan masyarakat untuk waspada dengan adanya anomali cuaca ini.
Mengingat awan terbentuk secara konveksi dan berdampak pada perubahan cuaca ekstrem.
’’Masyarakat harus mengenali lingkungan. Misalnya di daerah pegunungan, perbukitan, sekitar bangunan atau pohon yang rawan tumbang,’’ tandasnya. (err/her)
Kenapa Sepekan Terakhir Hujan
- Dipengaruhi aktivitas fenomena cuaca global dan regional
- Adanya gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang aktif
- Pertemuan dan perlambatan angin
- Kelembapan udara tinggi
- Terbentuknya awan Cumulonimbus
- Potensi terjadi hujan lokal dan angin kencang
- Hujan diprediksi bertahan 3–5 hari
Editor : Mizan Ahsani