KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Berbagai strategi dilakukan bakal pasangan calon (bapaslon) untuk meraih suara di Pilwakot Madiun 2024.
Masing-masing menempatkan politikus senior di balik tim pemenangan mereka.
Di antaranya terdapat Widodo Ponco Putro, mantan anggota DPRD Kota Madiun periode 2019–2024 yang dipercaya pasangan Maidi-F Bagus Panuntun menjadi ketua tim sukses (timses).
Selain itu, ada mantan Ketua KPU Kota Madiun Muhammad Ali Fauzi sebagai juru bicara pasangan berakronim Madiun tersebut.
Di kubu Bonie Laksmana-Bagus Rizki Dinarwan (Bonus), Sukriyanto didaulat sebagai ketua tim pemenangan.
Dia adalah Sekretaris DPD Golkar Kota Madiun yang juga merupakan pengacara.
Kemudian, Sekretaris DPC PDIP Kota Madiun Heri Supriyanto didapuk oleh pasangan Inda Raya Ayu Miko Saputri-Aldi Dwi Prastianto (Dadi) menjadi ketua timses.
Meski sudah memutuskan siapa bakal calon ketua tim pemenangannya, tapi sampai dengan kemarin (11/9) masing-masing bapaslon belum menyetorkan susunan timses ke KPU.
Padahal, pelaksanaan kampanye sudah makin dekat. Yakni, pada 25 September mendatang.
Pengamat politik dari Masyarakat Transparansi Madiun Kokok Heru Purwoko mengatakan, patut dinanti adu mekanik para ketua tim pemenangan masing-masing bapaslon.
Tentunya, dalam meraih dukungan suara.
’’Ketua timses harus paham betul bagaimana memenangkan bapaslon. Tidak sekadar menggerakkan, tapi juga bisa meyakinkan massa,’’ katanya.
Menurutnya, ada beberapa faktor kunci keberhasilan timses untuk memenangkan bapaslon yang mereka dukung.
Salah satunya, pengaruh figur ketua timses. Kokok menilai peran ketua tim pemenangan cukup krusial dan penting.
Sebab, mereka dituntut pintar dalam menggalang dana kampanye sekaligus menjadi penghubung antara bakal calon dengan relawan-simpatisan.
’’Ketua timses sangat diperlukan. Timses akan berjalan baik jika ketua bisa dipercaya dan mampu meyakinkan timses,’’ ujar mantan Ketua Bawaslu Kota Madiun periode 2018–2023 tersebut.
Karena itu, dia menilai kepiawaian Widodo, Heri dan Sukriyanto dalam mengatur strategi pemenangan sangat diperlukan.
Sebab, salah melangkah sedikit, bisa saja bapaslon bakal menjadi tumbal lawan politik.
’’Tapi, menurut saya, ketiga sosok ini punya kemampuan. Nah, siapa yang kemampuannya bagus akan terbukti dengan hasil pemenang pilwalkot nanti,’’ jelasnya.
Lebih lanjut, Kokok mengungkapkan perlu dinanti juga “perang saudara” antara Widodo dengan Heri dalam memenangkan Madiun atau Dadi.
Mengingat keduanya merupakan kader PDIP.
’’Saat ini, masing-masing timses sudah melakukan pergerakan politik. Mulai dari menggelar acara yang melibatkan massa yang dikemas dalam sebuah kegiatan dan konsolidasi dengan partai pengusung,’’ terang Kokok. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani