KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Petaka pohon tumbang di Kota Madiun coba diantisipasi, seiring anomali cuaca yang terjadi belakangan.
Di beberapa daerah, termasuk Kota Madiun, hujan bisa turun mendadak di tengah hari yang panas.
Pun, angin kencang juga rawan menerjang.
Menyadari bahaya tersebut, dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) setempat mulai melakukan pemangkasan dan penebangan.
‘’Dua tim disperkim sudah kami arahkan, bergerak, dan fokus, penanganan pohon rawan tumbang,’’ kata Kepala Disperkim Kota Madiun Jemakir, Kamis (12/9).
Baca Juga: Hujan di Musim Kemarau, Ini Deretan Penyakit yang Mengintai, Nomor 7 Bisa Sebabkan Kematian
Jemakir menyampaikan, pohon-pohon di jalan protokol jadi konsentrasi disperkim.
Terutama kawasan pemberhentian dan volume kendaraan tinggi. Itu, lanjut dia, tanpa mengesampingkan wilayah permukiman dan laporan masyarakat.
‘’Jalan ring road menjadi wilayah berisiko tinggi pohon tumbang. Itu terus kami monitor,’’ ungkapnya.
Menurut Jemakir, penanganan pohon tidak boleh serampangan, tak melulu harus ditebang.
Pohon dengan ranting dan daun lebat dan akar kokoh cukup dipangkas.
Jika akar pohon tampak lapuk, penebangan harus dilakukan. ‘’Ada survei dulu. Kalau harus ditebang ya ditebang,’’ ujarnya.
Baca Juga: Hujan Turun Bukan Penanda Pergantian Musim, BMKG Sebut Kemarau Masih Berlangsung hingga Oktober
Disperkim menerima laporan dan permohonan penanganan pohon di kawasan permukiman.
Namun, penanganan tetap melalui prosedur survei dan penilaian kondisi pohon.
‘’Silakan lapor ke disperkim, asalkan pohon berada di kawasan fasilitas umum bukan di pekarangan rumah,’’ pungkasnya. (ggi/den)
Seputar Pohon Tumbang
- Konsentrasi antisipasi di jalan-jalan protokol
- Dua tim disperkim dikerahkan
- Dilkukan pemangkasan dan penebangan
- Menerima laporan dan permohonan penanganan