KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Pilkada Kota Madiun 2024 menjadi pertarungan birokrat, pengusaha, dan politisi.
Di antara para kontestan yang akan berebut suara warga Kota Pendekar pada 27 November mendatang, ada Maidi yang merupakan calon incumbent.
Jumat (13/9), Maidi berbagi cerita mengenai suka dan duka selama meniti karier dari bawah.
Sebelum dikenal publik sebagai Wali Kota Madiun Periode 2019-2024, Maidi dulunya merupakan seorang ASN yang menapaki jenjang kariernya dari ruang kelas.
Ya, Maidi dulu merupakan seorang guru.
"Selama 13 tahun saya menjadi guru di SMAN 1 Madiun," ujarnya, saat menjadi narasumber program Obral-Obrol JawaPos TV Madiun.
Di Smasa (julukan SMAN 1 Madiun), Maidi mengajar geografi dan sosiologi.
Setelah dari Smasa, ia diangkat sebagai Kepala SMAN 2 Madiun.
"Anaknya sama seperti di SMAN 1, semua cerdas-cerdas," puji Maidi.
Maidi ingat betul, pada saat itu, lulusan SMAN 2 yang melanjutkan pendidikan di luar negeri ada 36 persen dari jumlah lulusan.
"Kemauan anak untuk belajar sangat hebat," sebutnya.
Kariernya semakin moncer. Sukses jadi kepala sekolah, Maidi dipromosikan menjadi kepala dinas pendidikan.
Seiring waktu, Maidi menyadari bahwa Kota Madiun tak akan maju tanpa pembangunan SDM.
"Pendidikan anak-anak itu sangat penting untuk membawa perubahan. Bagi diri mereka sendiri, keluarganya, serta lingkungan di sekitarnya dan daerahnya sendiri," ujarnya.
"Kalau anak-anak bisa menguasai bahasa dan IT, maka dunia akan kita kuasai," sambung Maidi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani