Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Progres Penataan Permukiman Kumuh di Kawasan Kali Gempol Belum Capai Separo, Ini yang Dilakukan Disperkim Kota Madiun

Anggiyan Bayu • Minggu, 15 September 2024 | 21:15 WIB
PERMUKIMAN: Kondisi terkini salah satu rumah warga terdampak penataan kawasan Kali Gempol, Kota Madiun. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
PERMUKIMAN: Kondisi terkini salah satu rumah warga terdampak penataan kawasan Kali Gempol, Kota Madiun. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wujud penataan permukiman kumuh serta padat penduduk di kawasan Kali Gempol mulai tampak. Hingga kemarin (14/9), progres rata-rata menyentuh 21,95 persen rampung. Alias, masih kurang 75 persen lebih pekerjaan.

‘’Saat ini, pekerjaan wewenang kami menyentuh perbaikan rumah, jalan lingkungan, dan IPAL (instalasi pengolahan air limbah),’’ kata Kepala Disperkim Kota Madiun Jemakir, Minggu (15/9).

Jemakir mengungkapkan, penataan permukiman kumuh serta padat penduduk bukan hanya digarap disperkim. Namun, juga melibatkan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (dpupr) serta perusahaan umum daerah air minum setempat.

Jatah disperkim ada empat pekerjaan. Meliputi pekerjaan perumahan, prasarana sarana fasilitas utilitas umum (PSU), IPAL, dan sistem penyediaan air minum (SPAM). Progres masing-masing di angka 17,61 - 29,40 persen (selengkapnya lihat grafis). ‘’Berdasarkan hasil evaluasi, insya Allah bisa selesai November,’’ ujarnya.

Anggaran penataan bersumber Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) dari pemerintah pusat. Nilai total, Rp 12,5 miliar. Dana fantastis tersebut untuk menggarap beberapa item pekerjaan.

Meliputi, pembangunan baru 47 unit rumah dengan anggaran Rp 2,3 miliar. Kemudian, peningkatan kualitas 65 unit rumah (Rp 1,3 miliar), jalan dan drainase lingkungan (Rp 5,5 miliar), pembangunan IPAL skala permukiman 150 sambungan rumah (Rp 1,5 miliar).

Serta, pembangunan tempat pengelolaan sampah 3R (Rp 665 juta) dan pembangunan jaringan distribusi serta sambungan rumah (Rp 915 juta). ‘’Sudah 25 persen anggaran DAK PPKT cair pada tahap pertama. Pencairan dilakukan tiga tahap. Tahap kedua 45 persen dan tahap ketiga 30 persen,’’ jelas Jemakir.

Menurut Jemakir, program DAK PPKT berfokus pada upaya perbaikan kualitas permukiman dalam satu delineasi kawasan. Dalam rencana penataan, sebagian Kali Gempol dilakukan penutupan pada bagian atas. Sebanyak 112 rumah warga di tepian sungai bakal terdampak.

Untuk pembangunan baru, masing-masing rumah menerima Rp 50 juta. Sedangkan peningkatan kualitas rumah digelontor bantuan sebesar Rp 20 juta per rumah. Sebagian rumah yang semula membelakangi bakal dihadapkan ke sungai.

‘’Insya Allah kawasan semakin tertata dan tidak kumuh. Ujungnya pada peningkatan kualitas hidup warga setempat,’’ pungkasnya. (ggi/den)

 

PROGRES PEKERJAAN

- Bidang perumahan 29,40 persen

- PSU 21,94 persen

- IPAL 17,61 persen

- SPAM 18,86 persen

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #Disperkim #kali gempol #permukiman kumuh