KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Unsur fraksi dan pimpinan definitif DPRD Kota Madiun diumumkan dan ditetapkan melalui rapat paripurna internal, Kamis (26/9).
Total ada tujuh fraksi yang terbentuk. Meliputi Fraksi Perindo, F-Demokrat, F-PKB, F-Golkar, F-PSI, F-PKS dan fraksi gabungan Gerindra-Nasdem.
Sementara unsur pimpinan dewan, ada Armaya dari Perindo sebagai ketua DPRD.
Dan, Istono dari Demokrat sebagai wakil ketua DPRD.
Hanya tinggal PDIP yang belum mengusulkan calon nama pimpinan DPRD berikut susunan fraksinya kemarin.
Ketua DPRD Kota Madiun Sementara Armaya mengungkapkan, sebelumnya pimpinan dewan telah menyurati DPC PDIP sebanyak dua kali. Yaitu, pada tanggal 12 dan 21 September.
Namun demikian, suratnya belum berbalas sampai saat ini.
Bahkan, sehari sebelum rapat paripurna, seluruh anggota DPRD dari PDIP diajak berdiskusi mengenai rencana pengumuman berikut penetapan fraksi dan pimpinan dewan definitif.
Hal ini dilakukan karena sesuai ketentuan, unsur fraksi dan pimpinan harus sudah terbentuk sebulan setelah dilantik sebagai anggota DPRD terpilih.
’’Prosesnya nanti akan tetap berlanjut. Jika, nanti rekomendasi dari PDIP turun maka akan diumumkan lagi,’’ kata Armaya seusai memimpin rapat paripurna.
Dia memastikan persoalan ini tidak akan menjadi masalah.
Mengingat pelaksanaan pengumuman dan penetapan fraksi serta pimpinan dewan definitif dengan tanpa PDIP tersebut berpedoman pada surat edaran (SE) mendagri.
’’Intinya tidak masalah karena nanti akan ada paripurna pengumuman lagi yang berkaitan dengan rekomendasi PDI Perjuangan penunjukan pimpinan DPRD dan fraksi,’’ ungkapnya.
Armaya mengatakan, penetapan pimpinan definitif berikut fraksi memang perlu segera dilakukan.
Mengingat keberadaan unsur tersebut bakal dipakai untuk menyusun tata tertib (tatib) dan membentuk alat kelengkapan dewan (AKD).
Di samping itu, juga untuk mempercepat kerja kelembagaan.
Sebab, mulai bulan depan dewan sudah dihadapkan dengan sejumlah agenda. Di antaranya, pembahasan rancangan APBD 2025.
’’Kami akan komunikasikan juga dengan pemprov agar tidak terlalu lama kevakuman pimpinan DPRD definitif di Kota Madiun,’’ terang Armaya. (err/her/*)
Editor : Mizan Ahsani