Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Stok Pertalite di SPBU Kota Madiun Terbatas, Penjualan Pertamax Langsung Meroket

Erlita H • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 02:00 WIB
ILUSTRASI: Suasana pengisian BBM di salah satu SPBU di Kota Madiun.
ILUSTRASI: Suasana pengisian BBM di salah satu SPBU di Kota Madiun.

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Stok BBM subsidi di sejumlah SPBU kembang kempis.

Tak terkecuali di SPBU milik pemkot yang diurus Perumda Aneka Usaha Kota Madiun.

''Kehabisan stok jenis solar dan pertalite,'' kata Direktur Perumda Aneka Usaha Kota Madiun Sutrisno, Rabu (2/10) lalu.

Dua SPBU milik pemkot berada di Jalan Mayjend Sungkono dan Basuki Rahmat.

Di Jalan Mayjend Sungkono, total per hari menyediakan 30.000 liter BBM.

Perinciannya, pertalite 16.000 liter dan solar 8.000 liter.

Sementara BBM non subsidi, pertamax 5.000 liter, petamax turbo 500 liter, dexlite 2.000 liter, dan yang lain.

“Kuota pertalite per hari dikirim 16.000 liter. Kadang-kadang satu hari cepat habis karena keterbatasan kuota khususnya solar dan pertalite,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, pembatasan jatah BBM subsidi agar masyarakat beralih ke non subsidi.

Seperti dari pertalite ke pertamax dengan harga Rp 12.100 yang sebelumnya Rp 12.950 per liter

Selisih harga tidak terlalu banyak. Tidak perlu antre panjang.

Baca Juga: Tingkat Polusi Kota Madiun Kategori Sedang, Ini Penyebab Utamanya

''Pembelian pertamax menjadi 5.000 liter dari sebelumnya 2.000 atau 3.000 liter per hari,'' ujarnya.

Sutrisno mengajak masyarakat yang mampu membeli pertamax untuk beralih. Sebab, kualitas bagus.

BBM subsidi digunakan bagi masyarakat yang tidak mampu. “Masyarakat yang mampu dapat beralih menggunakan BBM non subsidi,” pungkasnya. (err/den)

Editor : Mizan Ahsani
#kota madiun #BBM #Pertalite #SPBU #Pertamax #stok