Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Waktu Sesi Tanya Jawab Debat Kedua Ditambah, Ini Penjelasan KPU Kota Madiun

Anggiyan Bayu • Jumat, 18 Oktober 2024 | 22:00 WIB
MENUJU BALAI KOTA: Pasangan Bonie Laksmana-Bagus Rizki Dinarwan, Maidi-F Bagus Panuntun dan Inda Raya Ayu Miko Saputri-Aldi Dwi Prastianto. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
MENUJU BALAI KOTA: Pasangan Bonie Laksmana-Bagus Rizki Dinarwan, Maidi-F Bagus Panuntun dan Inda Raya Ayu Miko Saputri-Aldi Dwi Prastianto. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - KPU Kota Madiun bakal mengevaluasi pelaksanaan debat cawali-cawawali pada Rabu (16/10) lalu.

Kendati secara keseluruhan berjalan dengan baik, tetapi keluhan dari pasangan calon (paslon) sempat disasarkan kepada pihak penyelenggara pemilu itu.

Paslon Inda Raya Ayu Miko Saputri-Aldi Dwi Prastianto (Dadi) misalnya.

Cawali Inda secara blak-blakan menilai waktu yang diberikan KPU dalam sesi tanya jawab sangat terbatas.

Bahkan, dia menyebut terdapat sesi bagi paslon yang harus menjawab dua pertanyaan sekaligus dalam waktu hanya 60 detik.

’’Menurut saya, tidak bisa kah diganti menjawab satu pertanyaan dengan waktu 1 menit. Idealnya, ya 1–2 menit per pertanyaan,’’ kata Inda, Kamis (17/10).

Di sisi lain, paslon Maidi-F Bagus Panuntun (Madiun) dan paslon Bonie Laksmana-Bagus Rizki Dinarwan (Bonus) memilih legawa.

Karena mereka bersandar pada aturan debat yang telah diatur dalam PKPU.

’’Kalau dibilang puas atau tidak itu sulit. Mau tidak mau harus mengikuti aturan,’’ ujar cawali Bonie Laksmana.

Ketua KPU Kota Madiun Pita Anjarsari memastikan pembatasan waktu telah sesuai PKPU.

Secara ketentuan dan petunjuk teknis, total waktu yang diberikan dalam debat sebanyak 180 menit.

Namun, waktu tersebut dipotong 30 menit untuk iklan layanan masyarakat.

’’Waktu yang diberikan sudah dikalkulasi yang sekiranya dalam 180 menit sudah memenuhi semua segmen dalam debat publik. Waktu debat selesai pas 150 menit,’’ ujarnya.

Menanggapi keluhan paslon, Pita berharap mereka mampu memformulasikan jawaban dengan menyesuaikan waktu yang diberikan.

Artinya, statement paslon sebisa mungkin padat, berisi, dan informatif terkait dengan apa yang harus disampaikan agar cukup waktu.

’’Jawaban mesti to the point. Di debat kedua bisa diformulasikan lagi,’’ katanya.

Di samping itu, Pita mengaku juga akan menyusun formulasi waktu untuk debat publik kedua.

Jika pada debat publik pertama sesi tanya jawab hanya diberikan waktu 60 detik, maka pada debat kedua bisa diutak-atik hingga 90–120 detik.

’’Waktu penyampaian visi, misi, serta program dalam debat publik pertama sudah ditambah dari 1 menit menjadi 4 menit. Kalau masih bisa, kami tambah,’’ ungkapnya. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
#bonie #Maidi #inda raya #kota madiun #cawawali #cawali #KPU #debat