KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) tak melulu identik dengan sampah. Di TPA Winongo, Kota Madiun, misalnya. Warga sekitar mendapat bahan bakar hasil pengolahan sampah organik. ''Sekitar 200 KK (kepala keluarga) menggunakan gas metan dari TPA,'' kata Kabid Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Afandi, Minggu (27/10).
Afandi mengungkapkan, gas metan dimanfaatkan untuk energi panas. Yakni, pengganti gas elpiji untuk kompor. ''Yang memakai gas metan di antaranya dukuh Gembel dan Palet. Paling jauh berjarak 500 meter,” ujarnya.
Menurutnya, semua orang boleh menggunakan kompor dari bahan bakar gas metan. Apalagi sumber yang gratis dan semakin ditambang semakin bagus. ''Yang perlu digaris bawahi, jarak masih terjangkau dari TPA dan saluran yang ada,'' ungkap Afandi.
Gas metan juga dimanfaatkan untuk sauna dan dapur umum TPA. Total ada 16 titik pengomposan sebagai sumber gas metan yang bisa digunakan sewaktu-waktu. ''Proses fermentasi alami memerlukan waktu 6 bulan hingga 1 tahun, baru bisa mengeluarkan gas metan,'' pungkasnya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto