KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Program sekolah kawasan integrasi mulai diimplementasikan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun.
Kebijakan yang saat ini segera dilaksanakan adalah rotasi antarguru di tiga sekolah menengah pertama negeri (SMPN), yaitu SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 13.
Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun mulai mengimplementasikan program sekolah kawasan integrasi.
Kebijakan yang segera dilaksanakan adalah rotasi antarguru di tiga sekolah menengah pertama negeri (SMPN), yaitu SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 13.
Kadindik Kota Madiun Lismawati mengaku sudah membuat surat keputusan (SK) terkait pelaksanaan program tersebut.
Program ini diharapkan bisa mulai berjalan bulan ini untuk siswa kelas VII.
"Dimulai dengan guru yang nanti dijadwalkan mengajar di SMPN 1, 3, dan 13 secara bergantian agar bisa saling mengenal siswa di tiga sekolah itu," terangnya, Minggu kemarin (10/11).
Dari program pertukaran guru tersebut, pihaknya berharap dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di masing-masing sekolah agar setara.
Lismawati meyakini bahwa masing-masing sekolah memiliki keunikan dan keunggulannya tersendiri.
"Dengan begini, semua nanti bisa berkolaborasi. Mereka dapat bersaing sehat dan saling meningkatkan kualitas pendidikan," jelasnya.
Lismawati menambahkan, program sekolah integrasi ini merupakan tantangan dalam mengukur kualitas tenaga pendidik yang dimiliki Dindik.
Menurutnya, belum tentu guru yang kerap mengajar di sekolah favorit dapat menghadapi siswa di SMPN lain yang juga bagian dari program integrasi.
"Guru-guru juga diberikan pemahaman bahwa sekolah saat ini sudah melaksanakan digitalisasi. Sehingga, mereka harus bisa bergerak dan sejauh mana menjalankan smart classroom serta pembelajaran daring," ujarnya.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengatasi masalah kekurangan guru dan menghapus stigma sekolah favorit di Kota Madiun. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani