Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Direktur BNPT Sambangi Kota Madiun, Ingatkan Tiga Pilar Jangan Sampai Kecolongan

Erlita H • Jumat, 15 November 2024 | 18:00 WIB

TUKAR CENDERAMATA: Sekda Soeko Dwi Handiarto bersama dengan Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT Brigjen Pol Wawan Ridwan kemarin (14/11). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
TUKAR CENDERAMATA: Sekda Soeko Dwi Handiarto bersama dengan Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT Brigjen Pol Wawan Ridwan kemarin (14/11). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
 

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perkembangan Kota Madiun yang cukup masif berpotensi memunculkan ancaman penyebaran pemahaman radikalisme dan terorisme.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Wawan Ridwan.

Karena itu, dia mengingatkan pentingnya pencegahan penyebaran pemahaman tersebut dengan mengoptimalkan kinerja tiga pilar yang meliputi anggota babinsa, bhabinkamtibmas dan lurah.

Wawan menambahkan, tiga pilar itu perlu dibekali tentang deteksi dini dan mencegah potensi ancaman penyebaran terhadap paham-paham radikalisme dan terorisme.

Kemudian, juga mitigasi pola dan metode yang digunakan radikalisme.

’’Yang perlu diwaspadai misalnya gerakan ideologi dari bawah seperti anak dan ibu. Contohnya, kejadian bom bunuh diri di Surabaya yang melibatkan satu keluarga,’’ terang Wawan di Hotel Aston Madiun kemarin (14/11).

Diakuinya, Madiun didukung dengan aksesibilitas yang cukup mudah.

Seperti dekat dengan keberadaan bandara di Kediri dan Solo, stasiun serta tol.

’’Madiun merupakan kota yang strategis. Ini artinya terbuka sekali. Sehingga, berpotensi terjadi perkembangan ancaman penyebaran paham radikalisme,’’ jelasnya.

Selain itu, menurutnya, Madiun menjadi salah satu daerah limpahan tahanan napi teroris (napiter).

Total ada empat napiter yang saat ini masih menjalani hukuman di Lapas Kelas I Madiun.

’’Nah, yang perlu diwaspadai dan antisipasi adalah napiter yang sudah bebas. Meskipun mereka sudah bergabung dengan masyarakat, tapi kami terus lakukan monitoring,’’ ujar Wawan.

Wawan mengaku pencegahan dan penindakan aksi terorisme maupun ancaman paparan radikalisme tidak bisa dilakukannya sendiri.

BNPT, lanjutnya, perlu mendapatkan dukungan dari TNI/Polri dan pemerintah daerah (pemda).

’’Karena keterbatasan (SDM), kami membutuhkan bantuan aparatur yang ada di Jatim termasuk Madiun untuk terus monitor perkembangan dan membantu eks narapiter kembali ke pemahaman NKRI,’’ kata Pamen Densus 88 Antiteror Polri tersebut.

Terpisah, Sekda Soeko Dwi Handiarto menyatakan potensi paparan paham radikalisme dan  aksi terorisme di Kota Madiun tidak menonjol.

Kendati begitu, dia mengaku kewaspadaan dini perlu dilakukan untuk mencegah ancaman radikalisme dan terorisme.

’’Untuk terorisme dan radikalisme nihil di Kota Madiun. Tapi, kami tetap harus waspada. Makanya, para lurah perlu dibekali supaya tidak kecolongan,’’ ungkapnya. (err/her)

Pelaku Terorisme dari Tahun ke Tahun

2018: 19 aksi

2019: 11 aksi

2020: 11 aksi

2021: 6 aksi

2022: 2 aksi

2023: nihil

2024: nihil

Seputar Napiter 

Jumlah napiter yang sudah bebas (nasional): 2.072 orang

Jumlah napiter yang sudah bebas (Jatim): 196 orang

Jumlah napiter yang belum berikrar NKRI: 103 orang

Jumlah deportan: 589 orang

Jumlah returnis: 207 orang

Sumber: BNPT RI

Editor : Mizan Ahsani
#Direktur #radikalisme #bnpt #kota madiun #terorisme #Wawan Ridwan