KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Cawali nomor urut 02 Maidi juga turun langsung ke lokasi banjir bersama dengan cawawali F Bagus Panuntun. Dia tak menampik ada beberapa kelurahan yang rawan banjir tahunan.
Pihaknya menawarkan solusi penanganan dampak dari bencana hidrometeorologi tersebut dalam programnya lima tahun ke depan.
Memang Kelurahan Tawangrejo dan sekitarnya mendapat kiriman air dari wilayah hulu. Besarnya air kiriman membuat sungai meluap hingga ke permukiman warga, ungkap Maidi di Tawangrejo.
Menurut dia, pencegahan dan penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan pemkot. Melainkan harus diselesaikan lewat kerja sama antardaerah dengan Pemkab Madiun.
Kerja sama tentang penanggulangan bencana antardaerah tidak bisa ditunda lagi. "Mungkin bisa reboisasi di wilayah hulu agar air yang turun ke hilir melewati Kota Madiun tidak begitu besar," jelasnya.
Semasa kepemimpinannya pada periode pertama, kata Maidi, upaya pencegahan banjir sejatinya telah dilakukan pemkot. Mulai peninggian tanggul hingga normalisasi sungai.
Tiap tahun, pemkot selalu mengeruk endapan sedimentasi agar volume sungai kembali pada fungsinya.
Namun, kondisi itu seharusnya juga diimbangi dengan pencegahan di wilayah hulu sungai.
"Jadi, sungai di kota ini sudah tanggul tinggi tapi tidak ada kerja sama antardaerah. Bagaimana agar air tidak turun sebegitu besar itu yang akan kami lakukan," ujar calon petahana tersebut.
Selain itu, Maidi menyebut pengendalian sampah juga menjadi pekerjaan rumah (PR) pemkot untuk mencegah banjir.
Penyumbatan saluran atau sungai akibat tumpukan sampah acap menjadi biang luapan air. "Jangan sampai ada sampah yang sengaja dibuang ke sungai. Ini yang akan segera kami tindaklanjuti," ucapnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto