KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Belum genap dua bulan Sunarta menjadi nakhoda baru SMAN 5 Madiun.
Namun, dia sudah melakukan sederet gebrakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya.
"Kami berusaha mengimplementasikan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Red) dengan lebih baik lagi," tuturnya.
Sunarta sadar betul bahwa pendidikan karakter itu penting.
Karena itu, sejak memimpin Smala –julukan SMAN 5 Madiun- dia langsung menginisiasi program yasinan, asmaul husna, dan muratal (YAM).
Setiap hari siswa-siswi wajib membaca Alquran sebelum pelajaran dimulai.
Sedangkan khusus Jumat pagi sebelum KBM dilaksanakan, Sunarta mewajibkan seluruh warga sekolahnya membaca surat Yasin bagi yang Muslim.
Sedangkan yang non Muslim membaca doa dipandu guru agamanya di ruang tersendiri.
"Karena menurut kami iman dan taqwa merupakan landasan dasar dari pembentukan karakter seseorang, jadi kegiatan ini wajib dilakukan," ujarnya.
Sunarta juga memfokuskan pada peningkatan SNBP tahun depan.
Untuk mencapai target tersebut, dia rajin mengingatkan para guru agar tetap memberikan kualitas pembelajaran yang baik.
"Jika itu terlaksana dengan baik, maka untuk mencapai target peningkatan SNBP bukan hal yang mustahil bagi SMAN 5 Madiun," ungkapnya.
Dia juga menargetkan prestasi di OSN serta kejuaraan pencak silat dan karate dengan menggandeng pihak ketiga dalam memberikan tambahan belajar di luar jam sekolah.
"Ada pula dance, paskibra, serta kerajinan ecobrick yang jadi ekstrakurikuler unggulan di SMAN 5 Madiun," sebutnya.
Pada momentum Hari Guru Nasional (HGN) tahun ini, dengan sederet inovasi pembelajaran dan prestasi, SMAN 5 Madiun terus menjadi daya tarik tersendiri.
Khususnya bagi para lulusan SMP sederajat yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tingkat SMA.
"Jadi, jangan ragu untuk bergabung dan berprestasi bersama SMAN 5 Madiun," tutup Sunarta. (osi/bri/isd/*)
Editor : Mizan Ahsani