KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rampung sudah pengerjaan rehabilitasi Pasar Pancasila alias Pasar Sonokeling.
Selasa kemarin (10/12), hasil pembangunan pusat perdagangan yang dulunya bernama Pasar Sonokeling tersebut diresmikan oleh dinas perdagangan.
Peresmian pasar ditandai dengan penyerahan kunci kios kepada para pedagang.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan, mereka yang diprioritaskan menempati kios pasar itu merupakan pedagang lama.
’’Karena sebelumnya ini adalah pasar tradisional yang sudah ada pedagangnya. Jadi, ya mereka (pedagang lama, Red) kami prioritaskan,’’ katanya.
Total terdapat 33 unit kios di Pasar Sonokeling.
Sebanyak 27 unit kios diperuntukkan untuk pedagang lama.
Sedangkan enam unit sisanya diberikan kepada pedagang baru.
’’Karena kios kosong tinggal sedikit, tidak kami buka secara umum. Yang penting, bagaimana kios kosong nanti bisa dimanfaatkan dengan baik,’’ ungkap mantan kadishub itu.
Ansar mengaku tidak sembarang calon pedagang baru dapat menempati kios yang kosong. Melainkan ada kualifikasi khusus.
Di antaranya, wajib menjual komoditas yang berbeda dengan pedagang lainnya.
’’Jangan sampai menjual barang yang sudah ada atau dijual pedagang lainnya. Harus ada komitmen menjual komoditas yang belum ada di pasar ini, baru kami izinkan,’’ jelasnya.
Menurut dia, rehabilitasi Pasar Sonokeling sebagai optimalisasi fungsi pasar. Selain itu, merupakan bagian rencana penataan kawasan setempat.
’’Harga sewa sekitar Rp 1,3 juta per kios. Pedagang yang sudah membayar bisa langsung terima kunci kios,’’ tandas Ansar. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani