KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program makan bergizi gratis terus diuji coba bertahap.
Jumat (13/12) yang disasar adalah siswa SDN 02 Nambangan Lor dan TK Kartika IX-31 Yonif 501 dengan jumlah masing-masing 200 porsi.
’’Uji coba ini bersifat melatih unsur tenaga kerja yang berada di bawah satuan pelayanan pemenuhan gizi di Kota Madiun,’’ kata Dandim 0803 Madiun Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo.
Uji coba program ini dilakukan sejak dari proses memasak dan distribusi di dapur umum yang berada di Kelurahan Nambangan Lor hingga pelaksanaan makan serentak di sekolah.
Kendati demikian, Bayu menyebut dari hasil evaluasi sementara proses pendistribusian masih belum sempurna.
Namun, uji coba berikut evaluasi lanjutan akan terus dilakukan sampai nanti program ini sepenuhnya berjalan pada Januari 2025.
’’Dengan begitu, diharapkan team work pekerja di unit sentra penyediaan bahan gizi (SPBG) bisa berlangsung optimal,’’ harapnya.
Ke depannya, Bayu menargetkan sasaran program makan bergizi gratis ini bisa mencakup 3.025 di 23 sekolah.
Sebagai langkah percepatan, pihaknya bakal melibatkan masyarakat untuk bisa menjadi tukang masak.
’’Koki atau tukang masaknya nanti direkrut dari masyarakat yang tinggal dekat dengan SPBG supaya mudah dijangkau,’’ terangnya.
Sementara itu, Kepala SDN 02 Nambangan Lor Surati tak menyangka sekolahnya menjadi bagian dari sasaran uji coba program makan bergizi gratis.
Dia menilai program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini cukup bagus dan sangat membantu anak-anak.
’’Mudah-mudahan, ke depannya bisa berjalan dengan lancar, tidak ada halangan apa pun dan anak-anak juga sangat senang sekali dengan adanya program ini,’’ ungkap Surati. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani