KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Belasan ribu ton beras tersimpan di gudang bulog. Stok tersebut diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga daerah di momen natal dan tahun baru (nataru) ini. Kendati demikian, antisipasi ketersediaan tetap dilakukan. Mulai pendistribusian beras SPHP sampai penyerapan hasil panen petani.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun Harisun menyebutkan, saat ini stok beras sebanyak 13.988 ton. Persediaan itu tersimpan di tiga komplek gudang. Yaitu, di Nambangan Kidul, Kota Madiun; Jeruk Gulung, Kabupaten Madiun; dan Geneng, Ngawi. ''Stok itu cukup untuk kebutuhan di Kota-Kabupaten Madiun dan Ngawi saat nataru,'' kata Harisun, Minggu (15/12).
Kendati stok cukup, antisipasi agar persediaan terus aman tetap dilakukan. Harisun mengklaim, bulog intens dan continue mendistribusikan beras SPHP. Jika kelak harga melonjak di momen nataru, maka pendistribusian akan digenjot dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram. ''Kami siap dengan permintaan dan distribusi beras SPHP ke toko retail maupun pasar-pasar tradisional," terangnya.
Stok beras akan bertambah. Bulog masih menyerap beras dalam negeri. ''Kalau petani mitra masih mampu menyetor ke bulog, kami siap dengan HPP (harga pokok penjualan) Rp 11.000 per kilogram'' ungkap Harisun.
Dia juga menuturkan bahwa ketersediaan pangan aman untuk enam bulan ke depan. Bulog punya stok minyak goreng 31 ribu liter, gula 390 ton. ''Tepung juga cukup,'' ucap Harisun. ''Tak perlu khawatir, masyarakat jangan panic buying,'' imbuhnya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto