KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Minat investor untuk menanamkan modalnya di Kota Madiun ternyata begitu besar.
Sepanjang tahun ini saja, dinas penanaman modal, pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) setempat mencatat total sebesar Rp 479,6 miliar realisasi investasi yang masuk di Kota Madiun. Beberapa di antara malah investor asing.
Capaian tahun ini disebut-sebut melebihi realisasi investasi 2023 lalu. Yakni, sebesar Rp 236,3 miliar.
’’Tahun ini ada investor baru yang masuk dengan modal besar. Seperti RS Hermina, RS Darmayu, Superindo (PMA), dan investor-investor lainnya,’’ kata Koordinator Penanaman Modal DPMPTSP Kota Madiun Nuning Udayanah Nurfiati, Minggu kemarin (15/12).
Tumbuh suburnya investasi di Kota Madiun ini dipengaruhi oleh sejumlah hal.
Di antaranya, pertumbuhan ekonomi, pembangunan kota dan upah minimun yang standar.
Nuning tak menampik pembangunan Kota Madiun yang begitu pesat secara tidak langsung dapat menarik wisatawan atau orang dari luar daerah untuk masuk.
Kondisi itu dianggap menguntungkan bagi kalangan investor yang membidik segmen pendatang.
Di samping itu, Kota Madiun termasuk center of point sekaligus window display-nya Jatim bagian barat.
’’Kami sangat welcome bagi investor yang memang berminat berinvestasi di Kota Madiun,’’ ujar Nuning.
Sekalipun sudah suprlus 245,95 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 195 miliar, Nuning memprediksi investasi yang masuk ke Kota Madiun terus bergerak.
’’Ada kemungkinan nilai realisasi investasinya masih akan bertambah hingga tutup tahun nanti,’’ katanya.
Pihaknya berharap tumbuh suburnya investasi di Kota Madiun ini terus terjaga hingga tahun depan.
Jaminan kemudahan pelayanan dan keamanan dalam berinvestasi bagi investor tentu bakal ditingkatkan.
’’Tentunya kami juga selalu berusaha dengan inovasi-inovasi layanan. Salah satunya, layanan jemput bola. Kemudahan-kemudahan berizin ini juga menjadi faktor penting meningkatnya minat investor di Kota Madiun,’’ jelas Nuning. (ggi/her)
Realisasi Investasi Kota Madiun
2020: Rp 327 miliar
2021: Rp 202 miliar
2022: Rp 214,4 miliar
2023: Rp 236,3 miliar
2024: Rp 479,6 miliar (sampai dengan November)
Editor : Mizan Ahsani