KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Bangunan paving block dan tiga lapak di Lapak UMKM Kampir, Kanigoro dibongkar si empunya, Hari Santoso.
Pasalnya, bangunan lapak dan pemasangan paving yang dikerjakannya pada 2022 lalu tersebut ternyata tak terbayarkan.
Lurah Kanigoro Angga Wahyu Nurcahyo memastikan bangunan lapak dan paving yang dibongkar itu bukan merupakan bagian dari aset pemkot. Melainkan milik pribadi Hari Santoso.
’’Bangunan dan paving milik Hari Santoso," ujarnya.
Saat pembangunan tidak ada anggaran dan tidak dianggarkan APBD 2022. Intinya ambil barang karena merasa tidak mendapat ganti dari pemkot,’’ katanya, Selasa kemarin (17/12).
Sebelum dibongkar, Hari Santoso sempat mengajukan penggantian dana pembangunan sekitar Rp 150 juta kepada pemkot.
Karena tidak ada anggaran, pemkot tak bisa memenuhi permintaan tersebut.
Alhasil, Hari Santoso yang merupakan mantan caleg dari Partai Perindo itu lantas membongkar dan mengambil kembali material bangunan.
’’Setahu saya barang sudah berdiri tapi SPJ (surat pertanggungjawaban)-nya belakangan itu menyalahi aturan.
Kami tidak mau melanggar aturan. Nilai diajukan versi Hari Santoso sekitar Rp 150-an juta,’’ terang Angga.
Camat Kartoharjo Sumarno mengungkapkan, saat pembangunan itu dilakukan pada 2022 lalu, Hari Santoso merupakan bagian dari kelompok masyarakat (pokmas).
Pun, pihaknya tak mempersoalkan keputusan pembongkaran tersebut.
’’Memang harus dibongkar kalau tidak ada kesepakatan. Karena dibangun di aset pemkot. Setelah dibongkar nanti kami usulkan pembangunan lapak dan paving,’’ jelasnya.
Terpisah, Hari Santoso mengatakan pembangunan tiga lapak dan pemasangan paving block itu sempat masuk dalam rencana anggaran biaya (RAB) yang diusulkan ke pemkot pada 2022.
Pembangunan tersebut berbarengan dengan pengadaan sarana-prasarana (sarpras) lainnya berupa fasilitas pemainan anak-anak, kontainer, gazebo, pohon tabebuya, payung taman dan pavingisasi sisi timur lapak.
Nilai RAB yang diajukan saat itu untuk dikerjakan oleh pokmas sebesar Rp 400 juta. Tapi, anggaran yang turun dari pemkot hanya separonya.
Itu pun hanya untuk pengadaan fasilitas permainan anak-anak, gazebo, kontainer, pohon tabebuya, payung taman dan sebagian pavingisasi.
Karena merasa pemasangan sarpras tersebut perlu didahului dengan pembangunan pavingisasi, Hari lantas memutuskan untuk membiayai sendiri kegiatan itu.
Dengan harapan, pemasangan paving block dan pembangunan tiga lapak tersebut mendapat ganti dari pemkot melalui dana kelurahan.
’’Pembongkaran ini tidak ada kaitannya karena saya gagal tepilih sebagai anggota DPRD. Tetapi memang belum terealisasi pembayarannya. Walau pun RAB-nya ada,’’ beber Hari.
Dia menambahkan, rencananya bongkaran material bangunan lapak dan paving di Lapak Kampir itu bakal disumbangkan ke yayasan pendidikan di kelurahan setempat.
‘’Saya sumbangkan MI Al Mubaraq,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani