KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono dibuat kagum dengan keberadaan pondok lansia yang dibikin Pemkot Madiun.
Selain bangunannya begitu megah dan modern, pelayanannya juga dianggap baik.
Kemarin (20/12) selepas meresmikan hasil pembangunan pondok lansia tahap II di Pahlawan Bussines Center (PBC), Adhy menyempatkan meninjau shelter yang difungsikan untuk merawat para lansia ngebrok tersebut.
Dia didampingi Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto dan Kadinsos Jatim Restu Novi Widiani.
Selain mengecek ruangan yang berada di pondok tersebut, Adhy sempat berdialog dengan lansia yang ditemuinya.
’’Saya mengapresiasi Kota Madiun yang betul-betul memperhatikan masalah sosial,’’ katanya.
Adhy mengungkapkan, sebelumnya dia mendapat laporan dari Eddy dan Novi mengenai pondok lansia itu.
Kapasitasnya masih cukup memadai untuk menampung lansia terlantar dari daerah lain. Terlebih dalam pengelolaannya telah dilakukan kerja sama antara Dinsos-PPPA Kota Madiun dengan Dinsos Jatim.
Menurutnya, masalah kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya lansia memang menjadi tanggung jawab semua pihak.
Pemprov Jatim misalnya memiliki sederet program sosial untuk lansia. Termasuk penyediaan unit pelaksana teknis (UPT) untuk menampung serta merawat lansia terlantar.
Namun, keterbatasan aset serta sumber daya manusia (SDM) tidak mencukupi untuk menampung lansia-lansia terlantar di Provinsi Jatim.
Sehingga, perlu bagi pemerintah daerah (pemda) untuk membantu pemprov dalam hal penyediaan sumber daya di masing-masing kabupaten dan kota.
’’Perlu banyak layanan kebutuhan dasar lansia yang harus dipenuhi. Terutama tempat untuk mereka hidup layak. Sampai saat ini baru Kota Madiun yang sangat peduli terhadap persoalan sosial lansia,’’ terang mantan staf ahli menteri sosial bidang perubahan dan dinamika sosial tersebut.
Lebih lanjut, dia berharap bupati dan wali kota se-Jatim bisa mengadopsi apa yang telah dilakukan Pemkot Madiun dalam memenuhi kebutuhan dasar lansia.
Kemudian, pemprov akan campur tangan dalam pemenuhan bantuan kebutuhan serta perlindungan lansia lewat kerja sama daerah dengan Dinsos Jatim.
Dengan begitu, kata Adhy, tanggung jawab berat pemprov dapat dipikul bersama pemda agar tujuan kesejahteraan sosial lansia bisa terwujud dan merata.
’’Menjalankan kebijakan program bidang sosial tidak hanya soal kemiskinan. Tapi, bagaimana mengatasi kerentanan sosial. Di antaranya, disabilitas dan lansia,’’ terang Adhy.
Sementara itu, Pj Wali Kota Eddy Supriyanto menyatakan Kota Madiun menjadi satu-satunya daerah yang memiliki pondok lansia se-Jatim.
Selain itu, keberadaannya dianggap dapat membantu mengatasi persoalan terbatasnya shelter atau penampungan lansia yang terlantar di Jatim.
’’Sesuai MoU yang sudah ditanda tangani antara Pemkot Madiun dengan Dinsos Jatim, ada sekitar 200 orang yang antre di pondok lansia ini. Ini wujud kehadiran pemerintah terhadap persoalan sosial,’’ ujarnya.
Setelah diresmikan kemarin, Eddy memastikan bangunan pondok lansia tahap II bakal segera dioperasikan. Mengingat banyaknya lansia yang masuk dalam daftar antre.
’’Akan kami maksimalkan dan optimalkan. Karena lansia yang dirawat di sini tidak hanya orang Kota Madiun saja, tapi orang dari daerah lain juga yang kerja sama dengan pemprov,’’ jelasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani