MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tuntas sudah proyek penataan permukiman kumuh serta padat penduduk di kawasan Kali Gempol. Khususnya pekerjaan yang digarap dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) setempat.
‘’Alhamdulillah pekerjaan sudah selesai,’’ kata Kepala Disperkim Kota Madiun Jemakir, Minggu (22/12).
Proyek garapan disperkim merupakan program Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) dari pemerintah pusat. Meliputi pekerjaan perumahan, prasarana sarana fasilitas utilitas umum (PSU), IPAL, dan sistem penyediaan air minum (SPAM).
Total DAK PPKT yang diterima disperkim sebesar Rp 12,5 miliar. Anggaran fantastis itu digunakan untuk pembangunan 47 unit rumah baru dengan anggaran Rp 2,3 miliar.
Kemudian, peningkatan kualitas 65 unit rumah (Rp 1,3 miliar), jalan dan drainase lingkungan (Rp 5,5 miliar), pembangunan IPAL skala permukiman 150 sambungan rumah (Rp 1,5 miliar).
Serta, pembangunan tempat pengelolaan sampah 3R (Rp 665 juta) dan pembangunan jaringan distribusi serta sambungan rumah (Rp 915 juta).
‘’Pekerjaan selesai sesuai kontrak 20 Desember. Senin (23/12) nanti kami cek lapangan,’’ ungkapnya.
Jemakir menambahkan, program DAK PPKT sebagai upaya perbaikan kualitas permukiman dalam satu delineasi kawasan. Sebagian Kali Gempol dilakukan penutupan pada bagian atas. Sebanyak 112 rumah terdampak.
Untuk pembangunan baru, masing-masing rumah menerima Rp 50 juta. Sedangkan peningkatan kualitas rumah digelontor bantuan sebesar Rp 20 juta per rumah.
‘’Rumah yang semula membelakangi bakal dihadapkan ke sungai. Insya Allah kawasan semakin tertata dan tidak kumuh. Ujungnya pada peningkatan kualitas hidup warga setempat,’’ pungkasnya. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto