Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tim Gegana Brimob Menyisir Madiun, Pastikan Gereja Aman untuk Perayaan Natal

Anggiyan Bayu • Senin, 23 Desember 2024 | 19:00 WIB
CEK TEMPAT IBADAH: Sejumlah petugas memeriksa keamanan gereja di momen natal dan tahun baru.
CEK TEMPAT IBADAH: Sejumlah petugas memeriksa keamanan gereja di momen natal dan tahun baru.

 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keamanan gereja menjadi atensi aparat keamanan menjelang pelaksanaan ibadah natal.

Sabtu (21/12) lalu, sterilisasi sejumlah gereja di Kota Madiun dilakukan. Itu bertujuan mengantisipasi teror yang menyasar tempat ibadah umat kristiani.

‘’Sterilisasi untuk memastikan tempat ibadah aman,’’ kata Kaporles Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto, Minggu (22/12).

Petugas menyisir seluruh gereja di kota ini. Satu per satu ruangan dan meja-kursi serta pernak pernik natal diperiksa dengan metal detector.

Hasilnya, seluruh gereja dinyatakan aman untuk beribadah.

‘’Sekitar 10 gereja disterilisasi pada. Sterilisasi dilakukan dua jam sebelum kegiatan ibadah,’’ jelas Agus.

Dalam sterilisasi, personel tim Gegana Brimob dilibatkan.

Sebab, satuan khusus tersebut lebih spesifik dalam penjinakan bom, penanganan senjata kimia, biologi, dan radioaktif, anti-teror, dan intelegensi.

Personel Polres Madiun Kota juga dikerahkan dengan peralatan yang ada. ‘’Setelah sterilisasi, petugas juga melakukan pengamanan stasioner maupun patroli,’’ ujarnya.

Selain sterilisasi, Agus menyebut pihaknya juga memberikan atensi terhadap segala kegiatan yang dilakukan masyarakat.

Selama momen natal dan tahun baru, masyarakat dilarang konvoi, balap liar, menggunakan kendaraan knalpot brong.

Baca Juga: Manchester City Terpuruk, Pep Guardiola Punya Rencana Gila Datangkan Messi untuk Selamatkan Tim

Selain itu, juga dilarang menjual atau menyalakan petasan, dan pesta miras serta penggunaan obat-obatan terlarang.

‘’Mari kita jaga kondusivitas Kota Madiun. Saling menghargai dan menghormati antar-sesama masyarakat,’’ tuturnya.

Sekadar diketahui, sebanyak 391 personel petugas gabungan dikerahkan Operasi Lilin Semeru 2024.

Jumlah tersebut belum termasuk swakarsa pihak gereja untuk ikut membantu melakukan pengamanan tempat dan kegiatan ibadah.

Selain itu, sejumlah pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan didirikan. Di antaranya, di teminal bus, stasiun kereta api, kawasan pusat perbelanjaan, kawasan objek wisata.

Pos-pos tersebut didirikan dengan menakar tingkat kerawanan kriminalitas dan kemacetan arus lalu lintas. ‘’Kami minta semua jaga kondusivitas,’’ pungkasnya. (ggi/den)

Editor : Mizan Ahsani
#Brimob #kota madiun #keamanan #natal #gereja