KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sepanjang 2024, kasus demam berdarah dengue alias DBD di Kota Madiun tergolong mengkhawatirkan.
Betapa tidak, total terdapat 536 kasus. Kumulatif kasus tahun lalu itu nyaris empat kali lipat ketimbang 2023 dengan 144 kasus.
Terkini, dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes PPKB) setempat melakukan fogging di wilayah Kelurahan Kejuron, Taman.
‘’Kali ini fogging pada siklus kedua untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti sebagai faktor utama penularan virus DBD,’’ kata Tri Wahyuning Novitasari, Sub Koordinator Pengendalian Penyakit Menular Dinkes PPKB Kota Madiun, Kamis kemarin (2/1).
Bersamaan musim penghujan saat ini, fogging siklus kedua digencarkan sebagai langkah pencegahan sebelum DBD menyerang masyarakat.
Terutama di wilayah persebaran kasus tinggi.
‘’Selain fogging, gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) perlu dilakukan agar nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak,’’ tuturnya.
Novita menilai, PSN lebih efektif dalam mempersempit persebaran dan menekan DBD.
Pun, menerapkan 3M plus alias menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan kembali barang bekas.
‘’Upaya sudah kami lakukan. Kami berharap masyarakat menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,’’ ungkapnya sembari menyarankan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat saat anggota keluarga menunjukkan tanda-tanda DBD seperti demam. (ggi/den)
Editor : Mizan Ahsani