Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Integrasikan Wisata Madiun dengan Magetan dan Ponorogo, Sistem Transportasi Publik Terpadu Mulai Dibahas

Erlita H • Sabtu, 11 Januari 2025 | 18:00 WIB
ASET BERJALAN: Mabour dan bus sekolah menjadi moda transportasi umum yang disediakan dishub saat ini untuk melayani antar-jemput pelajar serta wisatawan di PSC ketika akhir pekan.
ASET BERJALAN: Mabour dan bus sekolah menjadi moda transportasi umum yang disediakan dishub saat ini untuk melayani antar-jemput pelajar serta wisatawan di PSC ketika akhir pekan.

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Urusan pemenuhan transportasi publik mulai dipikirkan oleh Pemkot Madiun.

Kebijakan itu diawali dengan penyusunan konsep layanan moda transportasi umum yang terintegrasi antara fasilitas umum, pariwisata, stasiun, pusat perbelanjaan, dan terminal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Subakri tak menampik pemenuhan transportasi publik termasuk penting untuk mendukung sektor pariwisata, peningkatkan perekonomian daerah sekaligus solusi mengatasi kepadatan arus lalu lintas (lalin).

’’Kami sudah merancang konsep (pengoperasian transportasi publik) ke depannya. Tapi, untuk hari-hari biasa seperti saat ini masih terkendali. Berbeda ketika libur Lebaran atau Nataru,’’ katanya, kemarin (10/1).

Sebagai langkah percepatan pemenuhan transportasi publik, pihaknya masih akan membuat perencanaan penganggarannya.

Selain itu, memikirkan kendaraan seperti apa yang cocok dengan kondisi pembangunan di Kota Madiun.

’’Untuk ke depannya, kami masih perlu melihat dari segala hal. Mulai dari kemampuan finansial (anggaran), animo masyarakat dan kebutuhannya,’’ terangnya.

Jika dirasa memang diperlukan untuk mendukung pembangunan di Kota Madiun, Subakri tentu akan mempersiapkannya.

Yang jelas, pihaknya tidak ingin tergesa-gesa dalam memuluskan konsep rencana pemenuhan transportasi publik.

’’Kami tidak ingin tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Karena pengalaman dari beberapa daerah lain, keberadaan transportasi publik yang ada itu ternyata di-support oleh kementerian,’’ jelas mantan kadiskominfo tersebut.

Dia tunjuk contoh pembangunan transportasi publik yang dimaksud itu berada di Bali.

Semula pelaksanaannya di-support oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi ketika proses transisi ke pemerintah daerah (pemda) ternyata justru tidak berjalan.

’’Kami tidak mau seperti itu. Sehingga, harus benar-benar dimatangkan (perencanaannya) agar lebih efektif,’’ ujar Subakri.

Subakri menambahkan, urusan pemenuhan transportasi publik perlu dimatangkan karena dalam pelaksanaannya menyangkut berbagai aspek.

Di antaranya, pemeliharaan dan operasional armada.

’’Dalam membuat suatu program yang berkelanjutan tentu perlu berhitung cermant,’’ ungkapnya.

Sementara ini, layanan transportasi yang diberikan pemkot masih terbatas. Meliputi bus sekolah untuk antar-jemput pelajar dan Madiun Bus on Tour (Mabour) difungsikan untuk mengangkut wisatawan di Pahlawan Street Center (PSC) yang beroperasi pada Sabtu-Minggu.

Terpisah, Penjabat (Pj) Wali Kota Eddy Supriyanto mengaku sudah pernah berkoordinasi dengan Kemenhub terkait usulan pembangunan transportasi publik di Kota Madiun.

Hanya saja, anggaran yang dibutuhkan ternyata cukup besar.

’’Sebenarnya, kami inginnya ada kereta gantung LRT atau MRT. Tapi, dalam perencanaannya pemkot tidak bisa sendirian. Tentu harus bekerja sama dengan pemda lain,’’ tandasnya.

Selain itu, dirinya juga punya rencana untuk mengintegrasikan pariwisata di Magetan-Madiun atau Madiun-Ponorogo.

Eddy mengaku rencana tersebut juga akan disondingkan dengan Dishub Jatim.

’’Saya ingin ada trayek (bus pariwisata) dari Kota Madiun ke Magetan atau ke Ponorogo. Jadi, paginya bisa ke Magetan atau ke Ponorogo dulu. Lalu, malamnya di Kota Madiun,’’ kata Eddy yang juga merangkap jabatan sebagai Kepala Bakesbangpol Jatim itu. (err/her)

Editor : Mizan Ahsani
#magetan #wisata #transportasi #madiun #ponorogo