Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Realisasi Meleset dari Target, Pagu Berbagai Jenis Bansos di Kota Madiun Tak Terserap

Erlita H • Senin, 13 Januari 2025 | 06:15 WIB
DUIT: Ilustrasi foto bansos. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
DUIT: Ilustrasi foto bansos. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ini realisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kota Madiun selama 2024. Sejumlah anggaran yang disediakan tak terserap sepenuhnya. Mulai kategori program bantuan langsung tunai (BLT), air bersih, santunan kematian, sampai yang lain.

Diketahui, target bantuan langsung tunai daerah (BLTD) 1.313 keluarga penerima manfaat (KPM). Sampai akhir triwulan empat, pagu untuk 113 KPM dikembalikan. ''Itu karena meninggal tidak ada ahli waris, juga disebabkan pindah domisili dan sebagainya,'' kata Kabid Sosial Dinsos-PPPA Kota Madiun Rita Susanti, Minggu (12/1).

Soal penyaluran air bersih, target  800 KPM. Terealisasi 796 KPM. Empat tidak terealisasi. Sementara santunan kematian, ada anggaran untuk 1.850 orang. Tapi, yang mengajukan berkas hanya 1.716 orang. Sehingga 134 tidak terealisasi karena tidak ada pengajuan lagi. "Bukan tidak tersalurkan, tapi memang berkas atau mengajukan hanya sejumlah 1.716 orang," ujarnya.

Terkait BLT DBHCHT buruh pabrik rokok, target 217 orang. Triwulan pertama terealisasi 200 orang. Pada triwulan kedua, target 63 orang dan terealisasi 57 orang. Pada triwulan tiga dan empat, tidak ada penyaluran karena dua pabrik rokok di kota ini tutup.

Sementara BLT DBHCHT untuk masyarakat lainnya, trgetkan 1.491 KPM. Triwulan pertama tidak terealisasi 51 orang dan triwulan kedua 29 orang. Triwulan tiga dan empat, target berubah menjadi 2.040 KPM.

Soal bantuan modal usaha berupa kelompok usaha bersama (KUB) dan usaha ekonomi produktif (UEP), ada target 221 orang dan 220 orang terealisasi. Satu orang yang mengundurkan diri dari program. "Bantuan modal usaha diberikan per orangnya Rp 3 juta. Sasarannya masyarakat yang masuk dalam DTKS, mempunyai usaha, dan dalam usia produktif," terang Rita. (err/den)

Editor : Hengky Ristanto
#santunan kematian #kota madiun #kpm #bansos #BLT