Prof. Dr. KH. M. Sutoyo, M.Ag
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Di Dusun Bandem, Desa Kendal, Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi, ada seorang kiai kampung bernama Kiai Haji Imam Kusnan.
Dia adalah seorang Rois Syuriah Ranting NU Kendal di zaman Orde Baru. Dia mempunyai empat putra diantara yang paling bungsu bernama Sutoyo.
Sejak kecil, Sutoyo dididik di pondok pesantren dan sekolah agama.
Harapan orang tua, putra bungsu ini yang akan meneruskan perjuangan orang tua yaitu nguri-nguri pendidikan agama pesantren, madrasah tsanawiyah, dan Aliyah yang dirintisnya sejak awal.
Ternyata setelah lulus pondok pesantren dan menyelesaikan S3, si bungsu ini tidak mau pulang merantau menjadi dosen di IAIN Ponorogo.
Sejak awal dia memang tidak di sekolahkan di sekolah umum agar bisa meneruskan perjuangan orang tua setelah lama menjadi dosen hingga sekarang meraih gelar profesor di bidang ilmu tasawuf.
Sutoyo sengaja memilih bidang tasawuf disamping sebagai mata kuliah pokok yang dipegang sekaligus sebagai jalan hidup untuk menuntun hidupnya ke jalan yang lurus.
Dosen yang memilih jurusan ilmu tasawuf memang jarang.
Karena tidak bisa digunakan untuk mencari uang. Ilmu ini hanya bisa digunakan untuk menata hati dan mendekatkan diri kepada Allah dengan mementingkan kehidupan akhirat.
Sutoyo adalah Dosen IAIN Ponorogo pertama kali yang menjadi guru besar ilmu tasawuf. Diakui olehnya untuk memperoleh gelar profesor sulit sekali dan lebih mudah masuk surga.
Apabila orang sakaratul maut bisa mengucapkan Lailahaillallah dan masuk surga. Sedangkan untuk menjadi profesor harus memiliki jurnal terindeks scopus.
Disamping itu, Sutoyo harus mengikuti ujian kompentensi akademik yang diuji oleh tiga profesor. Pada 2024 lalu, dia lolos ujian.
Sehingga menjadi profesor tasawuf pertama di IAIN Ponorogo. Padahal Sutoyo dulu tidak bercita-cita menjadi profesor.
Ini hanya takdir Allah berpihak padanya dan ini karena doa orang tuanya yang dulu rajin puasa Senin Kamis dan riyadhah.
Dia masih ingat abahnya dulu jarang tidur malam. Setiap malam hanya dzikir dan munajat kepada Allah.
Setelah menjadi profesor, Sutoyo akan meneruskan perjuangan abahnya di kampung dan akan berdakwah di tingkat golongan menengah ke bawah.
Dia akan mengembangkan penelitian serta menyusun buku tasawuf.
Dirinya juga akan mengurangi interaksi dengan kelompok menengah ke atas dan fokus dengan kelompok menengah ke bawah.
Sutoyo tidak pernah berangan-angan jadi profesor karena merasa anaknya orang kampung dan tidak punya. Ternyata takdir berbicara lain.
Pendidikan yang ditempuh Sutoyo sejak kecil diantaranya Madrsah Ibtidaiyah Negri 1 Ngawi, Madrsah Tsanawiyah Negeri Ngawi, Madrasah Aliyah Negeri 1 Ngawi.
Lalu S1 Fakultas Syari’ah IAIN ponorogo, S2 Fakultas Syari’ah UNISMA Malang, dan S3 Tasawuf UIN Sunan Ampel Surabaya.
Sedangkan pendidikan non formalnya yaitu Pondok Pesantren Wareng Beran Ngawi, Pondok Pesantren Alfattah Temboro Magetan, Pondok Pesantren Darul Hikam Pasar Pon Ponorogo.
Adapun beberapa karya ilmiah yang mengantarkan Sutoyo untuk menjadi guru besar baik yang terbit di luar negeri maupun di dalam negeri antara lain:
- Internal Quality Audit Accountability (AMI) To the Quality of Study Programs in Islamic Higher Education
- Sufism Methods in Delinquency Therapy For The Millennial Generation
- Development and evaluation of religius moderation education curriculum at higher education in Indonesia
- Practicing Values of Philosophical Sufism in the Pencak Silat of Brotherhood Faithful Heart of Terate
- Sufism Methods in Delinquency Therapy For The Millennial
- E-learning Management on Learning Outcomes at Universities in Indonesia
- In Pursuit of Sufistic Values Depicted in Indoensia Pencak Silat: The case of Setia Hati Terate Brotherhood (PSHT)
- Sufism Values Depicted in Setia Hati Terate And Setia Hati Winongo Brotherhood of Madiun East Java
- Pengaruh Beban Kerja, Lingkungan Kerja Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Bina Marga Privinsi Sulawesi Tengah
- Tarekat: Jalan Menuju Allah
- Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Intruction) dengan Media Powerpoint dalam Pembelajaran Fiqih Kelas VIII di MTs Negeri 2 Rembang Tahun Pelajaran 2019/2020
- Revolusi Paradigma Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia
- Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran IPS Dalam Usaha Memenuhi Kebutuhan Belajar Siswa di SMP
- Nilai-Nilai Pendidikan Profetik Dalam Ruwatan Masyarakat Jawa: Perspektif Sosiologi Agama
- Faktor-Faaktor Yang Mempengaruhi Devident Payout Ratio Pada Perusahaan jasa Keuangan
- Tasawwuf Hamka dan Rekonstruksi Spiritualitas Manusia Modern
- Relasi Guru Dan Murid (Pemikiran Ibnu ‘Athaillah Dalam Tinjauan Kapitalisme Pendidikan)
- Paradigma Perlindungan Lingkungan Hidup
- Analisis Faktor Keberhasilan Penyebaran Ajaran Tasawuf Di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Menggunakan Pendekatan Analytic Hierarcy Process (Ahp)
- Pengelolaan Kegiatan Pramuka di SMK Negeri 2 Purworejo
- Pengaturan Tanggung Jawab Mutlak (Strict Liability) Dalam Hukum Lingkungan
- Penerapan Prinsip Tanggung Jawab Mutlak Kepada Penangggung Jawab Usaha Yang Menimbulkan Dampak Besar dan Penting Terhadap Lingkungan Hidup
- Meningkatkan Ketuntasan Belajar Fisika Materi Hukum Newton dan Penerapannya Siswa Kelas XB UPT SMA Negeri Olaharaga Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share
- Integrasi Tasawuf Dalam Tradisi Kejawen Persaudaraan Setia Hati Terate
- Integrasi Tasawuf Ke Dalam Tradisi Kejawen Persaudaraan Setia Hati Terate Madiun Jawa Timur
- Pelaksaan Moratorium Penerimaan Pegawai Negeri Sipil Di Kabupaten Klaten
(eln/ser)
Editor : Mizan Ahsani