KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun tampaknya benar-benar diminati investor. Buktinya, nilai penanaman modal di kota ini terus naik beberapa tahun terakhir.
Bahkan pada 2024, realisasi tembus Rp 498 miliar.
‘’Tahun lalu ada investor baru yang masuk dengan modal besar. Seperti RS Hermina, RS Darmayu, dan Superindo,’’ kata Koordinator Penanaman Modal DPMPTSP Kota Madiun Nuning Udayanah Nurfiati kemarin (16/1).
Nuning menjelaskan, realisasi investasi 2024 jauh melampaui target. Yakni, Rp 195 miliar. Menurut dia, penyumbang nilai investasi paling besar milik RS Hermina dengan nilai Rp 180 miliar.
Disusul Hotel Mercure dengan nilai Rp 87 miliar. ‘’Hotel Mercure direncanakan buka Februari nanti,’’ ujarnya.
Jika dirinci berdasarkan jenis usaha, kata Nuning, paling tinggi investasi dari jenis jasa lainnya.
Kemudian, disusul hotel dan restoran, perdagangan dan reparasi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, serta industri makanan.
‘’Melihat realisasi, minat investor berinvestasi di Kota Madiun terbilang cukup tinggi,’’ sebutnya.
Sementara tahun ini, target investasi naik Rp 3 miliar dari tahun lalu. Yakni, Rp 198 miliar. ''Dengan pergerakan investasi beberapa tahun belakangan, optimistis target terpenuhi,'' ujarnya.
Catatan DPMPTSP, nilai investasi mulai tumbuh signifikan setelah sempat turun akibat terdampak pandemi Covid-19.
Pada 2020, realisasi investasi mencapai Rp 327 miliar dari proyeksi sebesar Rp 183 miliar.
Setahun berselang, capaian sempat turun menjadi Rp 202 miliar dari target Rp 191 miliar.
Tanda-tanda kebangkitan terlihat sepanjang 2022 dengan realisasi menyentuh Rp 214 miliar.
Nominal itu surplus Rp 21 miliar dari target Rp 193 miliar. Kemudian, pada 2023 Rp 236,3 miliar. ‘’Kami sangat welcome terhadap investor,’’ pungkasnya. (ggi/den)
REALISASI INVESTASI
2020
Rp 327 miliar
2021
Rp 202 miliar
2022
Rp 214 miliar
2023
Rp 236,3 miliar
2024
Rp 498 miliar
Editor : Mizan Ahsani