Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Warga Kota Madiun Usahakan Kebun Sayur Edukasi, Belajar di Sana Bisa Bawa Pulang Tanaman

Erlita H • Selasa, 21 Januari 2025 | 01:00 WIB
TELATEN: Ketua P2L Pari Mandiri Sri Widyawati menunjukkan selada hasil tanamannya.
TELATEN: Ketua P2L Pari Mandiri Sri Widyawati menunjukkan selada hasil tanamannya.

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Bercocok tanam menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus menghasilkan.

Seperti yang dijalani Sri Widyawati yang telaten memanfaatkan kebun di rumahnya. Saat dijumpai, Sri Widyawati pagi itu telaten merawat kebun sayur di belakang rumahnya.

Kendati serius, suasana tampak adem lantaran berupa-rupa sayur yang hijau di sekitarnya.

Mulai kangkung, selada merah, selada hijau, seledri, kubis, cabai, sawi, terong, tomat, edamame, dan beberapa tanaman buah.

‘’Ini kebun P2L (pekarangan pangan lestari) Pari Mandiri, kebetulan saya ketuanya,’’ kata Atik, sapaan warga Kota Madiun tersebut.

Sebelum membentuk P2L, kebun belakang rumahnya sudah ditanami tanaman obat keluarga (toga).

Ada jahe merah hingga kacang panjang. Berawal dari kecintaannya terhadap dunia bercocok tanam, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun kepincut.

Dia ditawari program P2L. Dengan bantuan penyusunan proposal dan persetujuan dari kelurahan, Atik mendapat modal Rp 50 juta untuk memulai proyek tersebut.

‘’Dengan modal itu, kami mulai mengembangkan kebun ini,’’ ujarnya.

Atik aktif memberikan edukasi kepada berbagai pihak yang berkunjung. Termasuk tim pengendalian inflasi daerah (TPID) dari berbagai daerah. Seperti Pasuruan dan Papua.

‘’Anak-anak TK dan sekolah juga sering ke kebun ini untuk belajar cara menanam sayuran,’’ terangnya.

‘’Setiap kunjungan bayar Rp 20 ribu per anak untuk sayur, jus sayur, dan polibag hasil tanam mereka,’’ imbuh Atik.

Dia juga mengedukasi kelompok tani. Untuk yang dari luar Kota Madiun, dia mematok biaya Rp 35 ribu per orang.

Biaya ini sudah termasuk dua pack sayur, jus, makan, dan paparan materi mengenai mini garden.

"Setelah pemaparan, pengunjung juga bisa membeli sayuran yang kami tanam," tutur warga Jalan Pacar Sari, Manisrejo, Taman, Kota Madiun itu.

Biasanya, sayuran dari mini garden P2L dipakai untuk acara upacara Pemkot Madiun.

Serampung acara selesai, sayuran tersebut dibagikan ke peserta.

"Kami juga punya komunitas Jumat Berkah yang mengorder sayuran untuk dibagikan kepada masyarakat setiap bulan," terang Atik.

Keberadaan P2L juga memberikan dampak positif bagi UMKM. Dalam setiap kunjungan, ada bazar yang menjual produk olahan anggota P2L.

Seperti sambel pecel, peyek, lempeng, tahu susu, tape ketan, dan edamame.

"Uang dari penjualan sayur dan jus dibagikan rata kepada anggota yang terlibat dalam bazar," ungkap ibu dua anak itu.

P2L yang diketuai oleh Atik itu kini punya 30 anggota. Mereka berharap bisa terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya bercocok tanam. (err/den)

Editor : Mizan Ahsani
#kota madiun #pertanian #kebun sayur #tanaman