Jawa Pos Radar Madiun - PSMTI Kota Madiun sudah ada sejak September 2022. Di bawah kepemimpinan Kun Kun Tanimiharja, keberadaan paguyuban warga Tionghoa tersebut lebih banyak bergerak di bidang sosial dan budaya.
Sesuai AD/ART (anggaran dasar dan anggaran rumah tangga), ketua PSMTI harus punya garis keturunan Tionghoa. Tapi, anggota bebas. Bahkan, sekarang banyak yang nikah dengan beda keturunan. Adapun PSMTI bersekretariat di Jalan Kemuning, Kelurahan Oro-Oro Ombo.
Ketika awal berdiri PSMTI Kota Madiun hanya mempunyai tujuh orang anggota. Selain Kun Kun, ada Diana, Rachel Pertiwi, Andreas S, Yenny Oktin, Ayie, dan Sony Hendarto. Mereka kemudian berusaha menghimpun banyak anggota dengan rutin menggelar kegiatan sosial.
Misalnya pemberian santunan kepada anak yatim-piatu maupun warga kurang mampu, pembagian takjil saat Ramadan, memberikan uang duka bagi warga Tionghoa yang meninggal, dan penyerahan bingkisan kepada kaum disabilitas. ’’Saat ini, anggotanya sudah ada sekitar 100 orang,’’ ujarnya, Rabu (29/1).
Selain itu, dalam menjalankan kegiatan sosial dipikul bareng-bareng. Masing-masing anggota memberikan iuran seikhlasnya. Lalu, hasilnya dilaporkan secara transparan dan diberikan kepada penerima sesuai kebutuhan. ’’Kalau ada kegiatan sosial itu biasanya iuran. Nominalnya bervariasi. Ada yang Rp 50 ribu, ada juga Rp 1 juta,’’ ungkapnya.
Harapan besar ada di benak Kun Kun dkk. Yakni, mengangkat nama PSMTI agar lebih dikenal luas sekaligus memberikan citra positif bagi masyarakat. ’’Kami selalu terbuka dan transparan kepada siapa pun,’’ kata pria 58 tahun itu. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto