Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah ruas jalan di Kota Madiun mendadak menjadi lautan singa dan naga. Bukan satwa sebenarnya, tapi berupa 21 barongsai dan satu liong. Itu bersamaan parade menyambut Imlek 2576 Kongzili kemarin (28/1).
Berbagai lapisan masyarakat tampak hadir menyaksikan. Termasuk, sejumlah pengusaha setempat. Mereka ingin memeriahkan perayaan menyambut tahun baru masyarakat Tionghoa.
‘’Parade sebenarnya dilaksanakan Senin (27/1), kami tunda karena hujan,’’ kata Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Madiun Agus Setiawan.
Akong, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa penampilan barongsai dan liong di hadapan masyarakat umum itu merupakan gabungan beberapa grup di kota ini. Satu per satu, mereka berjalan dan menari dari Jalan Cokroaminoto menuju Jalan Musi.
Kemudian, parade terus bergerak ke Jalan Agus Salim menuju Jalan Kutai dan kembali lagi ke Jalan Cokroaminoto. ‘’Selain parade, barongsai juga masuk di tempat-tempat usaha milik masyarakat,’’ tuturnya.
Bagi masyarakat Tionghoa, lanjut Akong, barongsai diyakini membawa keberuntungan dan menghalau keburukan. Terkait barongsai masuk ke tempat-tempat usaha itu, untuk mengusir roh jahat.
Pun, agar usaha lebih hoki. ‘’Kami berharap olahraga sekaligus kesenian dan budaya barongsai bisa lebih maju,’’ ucap Akong.
Seiring perkembangan, barongsai kini berevolusi menjadi cabang olahraga (cabor). Gerakan lincah, kecepatan, serta kekompakan tim adalah esensi dari olahraga ini.
Selain menampilkan gerakan indah, tapi juga menunjukkan kemampuan fisik untuk menjaga keseimbangan dan kecepatan. Termasuk, mengendalikan kostum barongsai.
‘’Semoga banyak atlet barongsai berprestasi di Kota Madiun. Sambil mencari prestasi juga melestarikan budaya,’’ pungkasnya. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto