Jawa Pos Radar Madiun - Warga keturunan Tionghoa beribadah di TITD Hwie Ing Kiong, Kota Madiun, pada Selasa (28/1) malam lalu.
Sembahyang pada malam Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili tersebut sebagai ungkapan rasa syukur atas segala rezeki dan keselamatan dari Tuhan serta untuk pengharapan kehidupan lebih baik di tahun selanjutnya.
Prosesi sembahyang dimulai pukul 22.00. Beberapa macam buah-buahan dan makanan seperti kue mangkok, manisan, kue tok, kue lapis disajikan di atas meja bersama dengan menyalakan lilin sebagai persembahan.
’’Saat pandemi Covid-19 lalu, sembahyang dilakukan lewat tengah malam. Tapi, saat ini dimulai pukul 22.00,’’ ujar Ketua Seksi Keagamaan dan Wakil I Seksi Humas TITD Hwie Ing Kiong, Martino Liem.
Adapun prosesi sembahyang itu sebagai bentuk merefleksikan diri. Sekaligus memohon diberikan keberkahan pada tahun ini.
’’Jadi, sesuatu yang baru diawali dengan hal-hal baik supaya kami bisa mendapatkan berkah selama satu tahun ini,’’ ungkapnya.
Martino menambahkan, pada malam perayaan Imlek biasanya warga keturunan Tionghoa lebih banyak di rumah berkumpul dengan keluarga mereka. Pun, mengharap rezeki dan kesehatan di tahun ular kayu.
’’Ular ini melambangkan transformasi. Jadi, yang lama ditinggalkan menuju yang baru. Sedangkan, kayu ini bersifat tumbuh. Jadi, manusia itu harus tumbuh sifat spiritualnya dengan lebih mengenal jati diri,’’ paparnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto